Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak generasi muda mengenali warisan sejarah lokal melalui kegiatan pencatatan benda-benda cagar budaya yang berada di seputaran kawasan Kota Tua Ampenan dan Taman Mayura.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pihaknya melibatkan puluhan siswa SMP melalui kegiatan Belajar Bersama Arkeologi Cilik sebagai bentuk edukasi pelestarian cagar budaya.

"Kami mengajak anak-anak belajar tentang sejarah kota dan kampungnya sendiri," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, NTB, Rabu.

Arkeologi Cilik merupakan bagian dari program Kotaku Museumku dan Kampungku Museumku yang mengusung konsep living museum atau museum yang hidup di tengah masyarakat.

Nuralam menjelaskan Arkeologi Cilik sebelumnya hanya digelar di lingkungan museum dengan metode simulasi ekskavasi, namun kali ini peserta diajak belajar langsung dari ruang-ruang sejarah yang berada di sekitar mereka.

"Kami ingin mereka mengenal tempat-tempat yang selama ini sering dilewati, tetapi belum mengetahui nilai sejarahnya, seperti kawasan Kota Tua Ampenan dan Taman Mayura," ucapnya.

Museum NTB memilih Kota Tua Ampenan dan Taman Mayura sebagai lokasi kegiatan lantaran kawasan itu memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan peradaban masyarakat di Pulau Lombok.

Baca juga: Perpustakaan Nasional digitalisasi 50 naskah kuno koleksi Museum NTB

Kedua kawasan tersebut menyimpan berbagai jejak sejarah mulai dari perkembangan perdagangan, pemerintahan, hingga kehidupan sosial budaya masyarakat pada masa lampau.

Program Arkeolog Cilik bertujuan memperkaya wawasan sejarah generasi muda sekaligus membangun keterhubungan mereka dengan warisan budaya daerah.

Nuralam menegaskan pihaknya ingin menanamkan pemahaman bahwa sejarah tidak hanya tersimpan di dalam gedung museum, tetapi hadir di lingkungan yang mereka jumpai setiap hari.

"Kami ajak mereka melihat langsung dan memahami setiap bangunan, situs, maupun benda cagar budaya yang menjadi bagian dari sejarah," kata dia.

Baca juga: Pemkab Lombok Barat menyusun rancangan teknis pembentukan museum daerah

Arkeologi Cilik merupakan program edukasi sejarah yang diinisiasi oleh Museum NTB untuk mengenalkan dunia arkeologi kepada generasi muda melalui pembelajaran interaktif.

Program itu tidak hanya fokus terhadap pengenalan benda dan situs cagar budaya, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa sejarah merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu dipahami, dijaga, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Guru SMP Negeri 7 Pekat Kabupaten Dompu, Adil Triyadi, mengaku antusias mengikuti kegiatan penelusuran jejak sejarah lokal karena mampu mendukung pengembangan karakter dan pengetahuan peserta didik.

Ia menilai Arkeologi Cilik dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya, terutama di tengah masifnya perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, salah seorang peserta Arkeologi Cilik dari SMP 6 Mataram bernama Berlian meraih banyak pengetahuan baru tentang kawasan bersejarah yang selama ini dianggapnya hanya sebagai bagian dari kota lama.

"Sebelumnya saya mengira Ampenan hanya kota tua biasa. Setelah mengikuti kegiatan itu, saya mengetahui bahwa banyak sekali cerita dan peninggalan sejarah yang ada di sana," pungkas Berlian.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026