Mataram, NTB (ANTARA) - Wakil Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) Syirajuddin mengajak pelaku usaha dan masyarakat menyukseskan dengan tidak takut maupun ragu memberikan data kepada petugas Sensus Ekonomi 2026.

"Jangan takut dan ragu memberikan data. Karena data yang diberikan dijamin kerahasiaannya oleh negara dan hanya diperuntukkan bagi kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan," ujarnya di Dompu, NTB, Selasa.

Ia mengatakan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menghasilkan data ekonomi yang akurat, komprehensif dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.

Menurutnya, Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan dinamika perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Dompu.

"Sensus ekonomi bukan sekadar pendataan angka, tetapi ikhtiar besar negara menghadirkan data yang akurat dan berkualitas untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi ke depan," tegas mantan anggota DPRD NTB ini.

Melalui sensus tersebut, pemerintah akan memperoleh informasi mengenai struktur usaha, karakteristik pelaku usaha, potensi ekonomi daerah, hingga perkembangan ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi kreatif.

Baca juga: Bupati Dompu tekankan kualitas belanja di Raperda APBD

Syirajuddin menilai data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi landasan penting dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran, terutama untuk mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Dompu.

Ia menyebut Dompu memiliki sumber daya ekonomi yang besar, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pertambangan, pariwisata hingga jasa yang memerlukan dukungan data yang valid agar dapat dikembangkan secara optimal.

Ia pun meminta camat, lurah, dan kepala desa menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan pelaksanaan sensus kepada masyarakat agar mendukung kelancaran petugas di lapangan.

Baca juga: Dompu perkuat data sektoral jaga arah pertumbuhan ekonomi

"Saya berharap camat, lurah dan kepala desa dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya sensus ekonomi, sehingga proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Ia menegaskan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat.

Sementara, Kepala BPS Kabupaten Dompu Ahwan Hadi mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak Mei 2026 dan kini memasuki tahapan pendataan lapangan yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Dompu mengerahkan 234 petugas pendata lapangan (PPL) dan 32 petugas pemeriksa lapangan (PML).

Selain itu, BPS juga menugaskan satu petugas dan satu pemeriksa khusus untuk pendataan perusahaan atau usaha skala besar.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 bertujuan mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh aktivitas ekonomi sebagai landasan penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional maupun daerah.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026