Lombok Tengah (ANTARA) - Ribuan anak yatim-piatu di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan santunan pada acara Rahman Rahim Day atau peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat acara Rahman Rahim Day 2026 di Bencingan Masmirah di Lombok Tengah, Kamis.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga santuni anak yatim dan dhuafa di Lombok

Rahman Rahim Day adalah program tahunan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang diisi dengan kegiatan sosial maupun keagamaan berbagi kepada anak yatim-piatu.

"Santunan yang diberikan ini merupakan program sedekah yang dikumpulkan dari aparatur sipil Negara (ASN)," katanya.

Ia mengatakan kegiatan Rahman Rahim Day ini tidak hanya dilaksanakan pemerintah daerah, namun berbagai pihak, seperti pondok pesantren, termasuk Baznas juga melaksanakan hal sama, sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim di Lombok Tengah.

Baca juga: PWI Dompu bersama PT STM salurkan santunan bagi anak yatim dan duafa

"Artinya, program ini telah memberikan dampak positif terhadap kepedulian semua pihak terhadap anak yatim-piatu di Lombok Tengah," katanya.

Ia mengatakan jumlah anak yatim-piatu yang diberikan santunan pada Rahman Rahim Day ini mencapai 7.000 anak yatim-piatu yang tersebar di 12 kecamatan di Lombok Tengah.

"Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di Lombok Tengah," katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para ASN maupun pihak-pihak lainnya, yang telah mendukung kegiatan Rahman Rahim Day yang menjadi agenda rutin setiap tahun.

"Kami sangat bersyukur banyak ponpes melaksanakan kegiatan ini. Kepedulian terhadap anak yatim makin hari makin bertambah," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan dalam mendukung pembangunan di Lombok Tengah.

"Kami berharap masyarakat tetap meningkatkan sinergisitas dalam mendukung percepatan pembangunan di Lombok Tengah," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026