Mataram (ANTARA) - Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat, Syamsu Rizal mendukung upaya pemerintah untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) mengingat dampak dari program itu sangat dirasakan oleh masyarakat.
"Itu program pemerintah, sudah sepantasnya kita harus mendukung. Jadi, bukan programnya yang salah tapi tata kelolanya yang harus diperbaiki, bahkan Pak Presiden sudah tegas soal itu," ujarnya di Mataram, Kamis.
Anggota DPRD NTB dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Lombok Timur ini, mengatakan kontrol dan pengawasan terhadap SPPG mesti perlu juga diperketat. Hal ini, dilakukan agar program tersebut bisa tepat sasaran dan menu yang disajikan tetap higienis termasuk mencegah terjadinya penyimpangan.
"Jadi, harus ada upaya kontrol dan pengawasan yang ketat oleh pemerintah. Upaya ini harus kita dukung bersama," tegas Rizal.
Rizal mengaku tidak sependapat dengan pandangan sebagian kalangan yang meminta agar program tersebut sebaiknya dihentikan ataupun dihapus. Justru, menurutnya bukan program yang dihapus melainkan yang perlu didorong adalah memperbaiki tata kelola.
Baca juga: Tiga terdakwa gratifikasi DPRD NTB membantah beri uang ke dewan
"Ini program bagus, karena dirasakan betul dampaknya terhadap ekonomi masyarakat. UMKM jalan, produksi petani jalan, pengangguran berkurang karena ada serapan tenaga kerja dari MBG. Kemudian yang tidak kalah penting manfaatnya dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima manfaat langsung MBG," terang anggota Komisi III Bidang Keuangan dan Perbankan DPRD NTB ini.
Meski demikian, Syamsu Rizal menegaskan sangat menghormati perbedaan pandangan antara pro dan kontra program tersebut sebagai sebuah dinamika. Terpenting, menurutnya, lagi-lagi adalah manfaat positifnya yang telah dirasakan masyarakat.
Baca juga: DPRD NTB desak APH usut proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk Sumbawa
"Ada pun masalah yang menolak, karena mungkin enggak mengerti dan ada yang paham. Masing-masing kan. Yang penting positifnya yang kita lihat dan dirasakan oleh masyarakat jauh lebih besar," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026