Mataram (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat hilirisasi hasil riset agar penelitian akademik bisa menjadi produk, teknologi, dan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Riset harus menghasilkan inovasi yang berdampak dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat," kata Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi dalam pernyataan di Mataram, Jumat.
Aryadi mengatakan Nusa Tenggara Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis inovasi melalui potensi sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, industri halal, dan ekonomi kreatif.
Ia menegaskan bahwa potensi itu perlu didukung oleh sumber daya manusia serta perguruan tinggi yang menjadi pusat pengembangan riset.
"Tantangan pembangunan NTB bukan hanya menghasilkan penelitian, tetapi memastikan hasil riset dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Aryadi.
Lebih lanjut ia menyampaikan riset dan inovasi harus mendukung tiga prioritas pembangunan Nusa Tenggara Barat, yaitu pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkelas dunia.
Baca juga: Universitas Mataram uji teknologi ubah sampah menjadi energi bersih
BRIDA NTB memiliki lima arah strategis terkait pembangunan berbasis riset dan inovasi. Pertama, membangun ekosistem riset yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat, terutama untuk mengatasi persoalan kemiskinan, pertanian, kelautan, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan UMKM.
Arah strategis kedua memperkuat hilirisasi inovasi agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk, kebijakan, teknologi tepat guna, dan model pemberdayaan yang dapat diterapkan oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Ketiga, mempercepat transformasi digital daerah melalui digitalisasi pelayanan publik, pengembangan smart village, pemanfaatan data, dan kecerdasan buatan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.
Baca juga: BRIDA dukung bengkel konversi motor listrik SMKN 3 Mataram naik level
Keempat adalah membangun ekonomi berbasis potensi lokal yang berdaya saing global, melalui pengembangan pertanian modern, industri halal, ekonomi kreatif, pariwisata berkualitas, dan ekonomi biru yang berkelanjutan.
Arah strategis kelima berupa penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan," pungkas Aryadi.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026