Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, melakukan koordinasi dengan Perum Bulog Nusa Tenggara Barat, untuk memastikan kualitas Minyakita yang beredar di Mataram berasal dari produsen berbeda dengan di Jawa Tengah yang terindikasi berbau menyengat seperti solar dan minyak tanah.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Senin, mengatakan, koordinasi itu dinilai mendesak untuk mengantisipasi adanya minyak goreng subsidi pemerintah dengan merek Minyakita serupa beredar di pasar tradisional di Kota Mataram.
"Apalagi, Minyakita sangat digemari masyarakat karena harganya yang murah yakni Rp15.700 per liter atau sesuai harga eceran tertinggi (HET)," katanya.
Dari hasil koordinasi dengan Bulog, katanya, Minyakita yang beredar di Kota Mataram dan Provinsi NTB secara umum berasal dari produsen di Jawa Timur dengan tiga jenis perusahaan.
Tiga perusahaan Minyakita yang masuk ke pasar di Kota Mataram dan NTB secara umum adalah, Mahesi, Smart, dan Wilmar.
Sedangkan, temuan kasus Minyakita yang berbau menyengat seperti solar dan minyak tanah itu berasal dari produsen di Jawa Tengah dari perusahaan Kusuma Mukti Remaja (KMR).
"Dengan demikian, daerah NTB tidak masuk pendistribusian dari produsen di Jawa tengah," katanya.
Hal tersebut disampaikan Sri usai melakukan koordinasi dengan pihak Bulog NTB, melalui Manajer urusan bisnis dan pemasaran di Perum Bulog Kanwil NTB Kurnia Rahmawati.
Dikatakan, koordinasi dengan Bulog tersebut sebagai respons cepat antisipasi terhadap temuan kasus Minyakita yang berbau menyengat seperti solar di Kota Mataram.
"Jangan sampai, kasus serupa di Jawa Tengah juga ditemukan di Mataram," katanya.
Baca juga: stok Minyakita di Mataram mencapai 24.000 liter
Menurut Bulog, lanjut Sri, Minyakita yang berbau menyengat seperti solar dan minyak tanah itu bukan minyak oplosan dari bio solar, akan tetapi bau itu muncul bisa jadi dipicu karena penyimpanan terlalu lama atau ada uapan kemasan yang menimbulkan bau.
"Pihak BPOM dari Jawa Tengah, saat ini informasinya sudah turun," katanya.
Baca juga: Disdag Mataram minta partisipasi warga awasi harga Minyakita
Sementara di Kota Mataram, kata Sri, untuk memastikan kualitas Minyakita aman, pihaknya akan turun bersama pihak terkait termasuk dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengujian kualitas di gudang Bulog di Dasan Cermen, Kota Mataram, pada Rabu (1/7/2026).
Pengujian kualitas tersebut dimaksudkan untuk memberikan kepastian bagi warga Kota Mataram, Minyakita yang masuk ke Kota Mataram dan NTB secara umum tidak seperti isu yang beredar di media atau seperti kasus di Jawa Tengah.
"Kami berharap saat ini masyarakat bisa tenang, agar tidak memicu kekhawatiran berlebih," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026