Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan keluarga menjadi ujung tombak penanganan isu masalah perempuan dan anak, karena keluarga sebagai unit terkecil di dalam masyarakat memiliki kontribusi vital pembangunan bagi perempuan dan anak.

"Keluarga menjadi wadah menumbuhkan cinta dan kasih sayang dalam keluarga dan berperan mencegah terjadinya kekerasan dalam keluarga," katanya usai memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026 Tingkat Kota Mataram yang berlangsung di Lapangan Sangkareang, di Mataram, Senin.

Menurut dia, berbagai isu perempuan dan anak baik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perundungan, maupun isu krusial lainnya bukan hanya menjadi persoalan daerah tetapi juga nasional.

Oleh karena itu, peringatan Harganas menjadi momentum tepat untuk mengingatkan tentang fungsi keluarga dengan terus melakukan hal-hal yang spesifik terhadap anak-anak, sebab tantangan ke depan semakin berat terutama dalam hal pergaulan anak-anak dengan berbagai kemudahan mengakses media sosial.

Momentum Harganas juga pengingat keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Di tengah bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia, kualitas keluarga menjadi faktor penentu dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Untuk itu, pemerintah hadir dengan membuat regulasi yang dapat melindungi hak-hak perempuan dan anak, serta memberikan pendampingan terhadap perempuan dan anak yang mengalami kasus-kasus kekerasan dan lainnya melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A).

Baca juga: Menu MBG 3B berbasis protein efektif cegah stunting

"Kami berkomitmen persoalan perempuan dan anak menjadi isu prioritas, sehingga kebijakan yang sudah dibuat harus bisa dilaksanakan dan diimplementasikan dengan baik," katanya.

Sementara saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) H Wihaji, wali kota menyampaikan bahwa Indonesia tengah memasuki masa bonus demografi, sebuah peluang besar menuju Indonesia Emas 2045.

Namun, peluang tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, pembangunan keluarga harus menjadi prioritas bersama untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Baca juga: Wihaji mengajak keluarga jadi berkualitas sambut Indonesia Emas

Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang harus terus diperkuat dalam pembangunan keluarga. Pertama, meningkatkan kesehatan keluarga melalui pemenuhan gizi yang baik serta pencegahan stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

Kedua, memperkuat pendidikan karakter karena keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta cinta tanah air.

Ketiga, membangun ketahanan mental dan spiritual agar setiap anggota keluarga mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan sikap yang tangguh dan optimistis.

Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", Harganas tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran ayah dalam proses pengasuhan anak.

"Keberhasilan pengasuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif kedua orang tua," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026