Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyalurkan bantuan benih kedelai guna membantu menaikkan minat petani menanam palawija dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Pada musim tanam ke tiga ini kami menyalurkan bantuan kedelai dengan luas tanam sebanyak 300 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Zainal Arifin di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan bantuan kedelai di tahun anggaran 2026 itu diberikan kepada kelompok tani di wilayah Kecamatan Jonggat seperti di petani di Desa Puyung, Pringgarata, Gemel dan desa lainnya.
"Petani di wilayah tersebut memang tetap menanam kedelai pada musim kemarau atau musim tanam ke tiga," katanya.
Namun demikian, menurut dia, minat petani untuk menanam kedelai saat ini memang mulai berkurang dari sebelumnya. Hal itu karena petani lebih memilih menanam jagung yang harga jualnya lebih menjanjikan.
Oleh karena itu, ia mengatakan adanya bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat para petani untuk kembali menanam kedelai demi mendukung ketahanan pangan nasional.
"Program ini untuk mendukung ketahanan pangan nasional," katanya.
Baca juga: Lapas Lombok Barat dukung ketahanan pangan melalui budidaya edamame
Ia mengatakan Lombok Tengah juga telah ditetapkan menjadi daerah wisata penyangga pangan nasional, khususnya dalam swasembada beras.
Pada musim musim tanam ke tiga ini pemerintah daerah juga tetap mendorong para petani untuk menanam padi melalui program perluasan atau di lahan yang dekat dengan sumber mata air.
"Untuk wilayah sawah yang dekat sumber mata air tetap menanam padi," katanya.
Baca juga: MBG tingkatkan permintaan kedelai dan hubungan dengan AS
Selain itu, ia mengatakan bahwa pada musim tanam ke tiga ini pemerintah daerah juga mendorong petani untuk menanam jagung.
"Pemerintah telah menetapkan harga pokok pembelian pemerintah (HPP) jagung sebesar Rp 5.500 per kilogram (kg), sehingga saat ini banyak petani yang menanam jagung pada musim tanam ke tiga ini," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026