Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadwalkan pelaksanaan pengujian dan monitoring kualitas Minyakita di Gudang Bulog Dasan Cermen, Mataram, terkait antisipasi isu di luar daerah tentang Minyakita yang berbau bio solar.

"Besok pagi, Rabu (1/7), kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), turun cek kualitas Minyakita ke Gudang Bulog," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Selasa.

Pengujian kualitas Minyakita tersebut, katanya, sebagai upaya memberikan kepastian kepada masyarakat terhadap minyak goreng merek Minyakita yang beredar di sejumlah pasar tradisional aman dan tidak terkontaminasi bio solar.

Selain itu, menegaskan kalau Minyakita yang masuk ke Kota Mataram dan Nusa Tenggara Barat secara umum tidak seperti isu yang beredar di media atau seperti kasus di daerah lain.

"Kami berharap saat ini masyarakat bisa tenang, agar tidak memicu kekhawatiran berlebih," katanya.

Baca juga: Disdag-Bulog NTB memastikan kualitas Minyakita di Mataram beda produsen

Dalam kegiatan pengujian besok, tambahnya, pihaknya dijadwalkan turun bersama TIPD Kota Mataram antara lain dari Inspektorat, Dinas Ketahanan Pangan, BPS dan Satgas Pangan Kota Mataram.

Sebelumnya, Disdag Kota Mataram telah melakukan koordinasi dengan Perum Bulog NTB, memastikan kualitas Minyakita yang beredar di Mataram berasal dari produsen berbeda dengan di daerah yang terindikasi berbau menyengat seperti solar dan minyak tanah.

Dari hasil koordinasi dengan Bulog, katanya, Minyakita yang beredar di Kota Mataram dan Provinsi NTB secara umum berasal dari produsen di Jawa Timur dengan tiga jenis perusahaan yakni Mahesi, Smart dan Wilmar.

Baca juga: Bulog operasi pasar MinyaKita antisipasi menjelang Idul Adha

Sedangkan, temuan kasus Minyakita yang berbau menyengat seperti solar dan minyak tanah itu berasal dari produsen dari perusahaan KMR.

"Daerah NTB tidak masuk pendistribusian dari produsen tersebut," katanya.

Menurut Bulog, tambah Sri, Minyakita yang berbau menyengat seperti solar dan minyak tanah itu bukan minyak oplosan dari bio solar, akan tetapi bau itu muncul bisa jadi dipicu karena penyimpanan terlalu lama atau ada uapan kemasan yang menimbulkan bau.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026