Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk tim tracing penderita Tuberkulosis (TBC) atau TB dalam mendukung program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Tracing TB ini terintegrasi dengan cek kesehatan gratis yang merupakan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Putrawangsa di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan tim yang dibentuk tersebut secara langsung mendatangi lokasi untuk melakukan investigasi kontak erat pasien, skrining kesehatan, serta pendataan terhadap warga yang yang terkena TB atau penyakit menular akibat infeksi bakteri tersebut.

"Tim ini tersebar di 30 puskesmas di 12 kecamatan di Lombok Tengah," katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan tracing atau pelacakan kontak TB tersebut dimulai pada pertengahan bulan Juli 2026 dengan sasaran di 154 desa atau sebanyak 100 orang per desa.

"Warga yang terindikasi memiliki penyakit TB itu dilakukan pemeriksaan," katanya.

Baca juga: Kejari Lombok Tengah pulihkan sebagian tunggakan pajak

Ia mengatakan berdasarkan data pada semester pertama 2026 ini jumlah kasus TB yang ditemukan di Lombok Tengah mencapai 468 orang dari total target 3.500 orang per tahun.

"Artinya capaian pendataan kasus TB ini masih rendah," katanya.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan penemuan kasus TB bisa bertambah sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

"Untuk tahun 2025 capaian kasus TB yang ditemukan sebanyak 32 persen dari total target 3.500 per tahun," katanya.

Baca juga: Lombok Tengah buka opsi pinjaman Rp200 miliar untuk infrastruktur

Ia mengatakan penyakit TB ini dapat disembuhkan secara total, dengan catatan warga tetap mengikuti pengobatan secara rutin selama enam bulan.

"Obat yang diberikan ini gratis, sehingga kami berharap masyarakat bisa melakukan pemeriksaan dan mendukung program ini untuk peningkatan kesehatan," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026