Mataram (ANTARA) - Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki sebanyak 130.000 liter stok minyak goreng subsidi merek Minyakita, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar 1-2 bulan ke depan.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB) Rizal P Sukmaadijaya di Mataram, Rabu, mengatakan, dalam sehari kebutuhan masyarakat di daerah ini mencapai sekitar 7.000 liter.
"Karena itu, rata-rata penyaluran Minyakita sehari ke pasar tradisional melalui mitra Bulog sebanyak 7.000 liter," katanya.
Sebanyak 130.000 liter stok Minyakita yang ada di gudang Bulog tersebut, sambungnya, belum termasuk dengan stok yang baru datang sebanyak 48.000 liter, karena itu masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan minyak subsidi dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan ketersediaan stok tersebut, pihaknya sudah tidak melakukan pembatasan terhadap pembelian Minyakita melainkan mengatur distribusi dengan memprioritaskan ke pasar tradisional agar langsung ke konsumen.
Baca juga: Disdag Kota Mataram melakukan uji kualitas Minyakita ke Gudang Bulog
Rizal mengatakan, pemberhentian sementara tiga pasar di Kota Mataram untuk pendistribusian Minyakita ke mitra di Pasar Sayang-Sayang, Pasar Pagesangan, dan Pasar Dasan Agung bukan karena stok tidak ada, tapi pendistribusian kini dikhususkan ke dua pasar pencatatan SP2KP (sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok).
"Dua pasar pencatatan SP2KP di Kota Mataram adalah di Pasar Kebon Roek dan Pasar Induk Mandalika," katanya.
Namun para mitra Bulog di dua pasar tersebut harus tetap menjual Minyakita sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp15.700 per liter.
Baca juga: Bulog NTB sudah menyalurkan 15.390 ton beras bantuan pangan
Apabila ada temuan, mitra Bulog menjual di atas harga HET maka mitra tersebut bisa masuk daftar hitam (blacklist). Karena itu, partisipasi masyarakat dalam hal ini dibutuhkan untuk melapor jika ada mitra yang menjual Minyakita di atas HET.
"Laporan bisa disampaikan ke kami atau ke Satgas Pangan untuk dilakukan teguran, pembinaan, atau diproses lebih lanjut," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026