Mataram (ANTARA) - Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), menjamin kualitas minyak goreng merek Minyakita yang beredar di wilayah Kota Mataram dan NTB secara umum, aman serta bebas dari indikasi berbau bio solar dan minyak tanah seperti temuan di daerah lain.

Hal tersebut disampaikan Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB) Rizal P Sukmaadijaya di Mataram, Rabu, usai menerima Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram dan Badan Pusat Statistik Kota Mataram melakukan pengecekan dan pengujian Minyakita di Gudang Bulog Dasan Cermen di Mataram, Rabu.

"TPID Kota Mataram dan BPS, sudah melakukan pengecekan dan pengujian langsung terhadap beberapa sampel Minyakita yang ada di gudang kami, dan semuanya aman dan sesuai dengan label," katanya.

Bahkan untuk membuktikan dari rasa, katanya, Minyakita yang sudah dibuka langsung digunakan untuk menggoreng oleh pedagang tahu tek-tek, untuk kemudian dikonsumsi bersama guna memastikan tidak ada perubahan bau, warna dan rasa.

Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas Minyakita yang ada di daerah ini sebab kualitasnya sudah dijamin dan dibuktikan sesuai keterangan di kemasan, label dan isinya sama.

Selain itu, katanya, jaminan kualitas Minyakita yang beredar di daerah ini karena produsen berbeda dengan produsen Minyakita di daerah lain. Kalau untuk daerah NTB, semua produsennya dari Jawa Timur dengan empat produsen.

Baca juga: Bulog NTB memiliki 130.000 liter stok Minyakita

Empat produsen di Jawa Timur meliputi perusahaan yakni Mahesi, Smart, Wilmar dan Apical.

"Minyakita dari ke empat produsen tersebut sudah kami uji bersama dan hasilnya sesuai dan aman," katanya lagi.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida yang ikut turun bersama TIPD Kota Mataram, mengatakan, dengan telah dilakukan pengujian dan pengecekan di lapangan terhadap Minyakita, masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang ada di luar daerah.

Baca juga: Disdag-Bulog NTB memastikan kualitas Minyakita di Mataram beda produsen

"Hari ini kami turun bersama tim TPID dan BPS, untuk mengantisipasi adanya indikasi campuran Minyakita dengan bio solar dan memastikan Minyakita aman," katanya.

Sri menambahkan tingkat konsumsi Minyakita di Kota Mataram relatif tinggi karena harganya sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, atau jauh di bawah harga minyak goreng sekelasnya dan minyak goreng premium yang bisa mencapai Rp25.000 per liter.

"Karena itulah, Minyakita menjadi incaran bagi masyarakat di pasar tradisional," katanya.

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026