Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiagakan logistik untuk antisipasi dampak puncak kemarau yang diprediksi pada Juli 2026.   

"Untuk dampak kemarau yang diprediksi BMKG terjadi Juli ini, kami sudah antisipasi dengan menyiapkan logistik dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Budi Wartono di Mataram, Rabu. 

Dia menambahkan, koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait antara lain sudah dilakukan dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pertanian.

Bahkan koordinasi dengan Damkarmat dilakukan kolaborasi dengan memberikan pinjam pakai logistik berupa tiga unit mesin air untuk membantu Damkarmat dalam operasional pemadaman api di lapangan yang bisa saja terjadi kebakaran akibat cuaca cukup panas berlangsung cukup lama.

"Bencana kebakaran sangat berpotensi terjadi saat musim dan puncak kemarau," katanya.

Sementara itu, BPBD juga sudah berkoordinasi dengan Dinas LH dan memberikan pinjam pakai logistik berupa mesin pompa air sebanyak tiga unit untuk dioperasionalkan di lapangan jika diperlukan.

Baca juga: BPBD Lombok Timur memperkuat mitigasi bencana di musim kemarau

Sedangkan untuk koordinasi dengan Dinas Pertanian, BPBD, membutuhkan laporan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di lapangan apakah ada kekeringan lahan pertanian apa tidak.

"Informasi dari BPP ini sangat penting, untuk mengantisipasi dampak kekurangan air pada lahan pertanian petani," katanya.

Selain itu, BPBD juga berharap partisipasi aparat camat dan lurah untuk kolaborasi dengan meningkatkan koordinasi melalui laporan kondisi riil di lapangan.

Baca juga: BPBD NTB catat 120 kejadian bencana selama Januari hingga Mei 2026

Terutama kondisi kebutuhan air bersih dan apakah ada sumur warga yang mengalami kekeringan, agar dapat segera dilaporkan sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

"Sejauh ini, Alhamdulillah belum ada laporan yang masuk ke kami terkait wilayah yang mengalami kekeringan," katanya.

Sementara terkait untuk logistik bantuan pangan, BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan, agar ketika ada bencana dampak kemarau, bantuan bisa segera didistribusikan.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026