Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan realisasi kunjungan ke sasaran Sensus Ekonomi 2026 di Kota Mataram hingga akhir Juni sudah mencapai 25 persen sejak kegiatan dimulai pada 15 Juni 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Mataram Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto di Mataram, Rabu, mengatakan target keluarga di Kota Mataram yang harus disensus sebanyak 140.000 kepala keluarga (KK) dan 60.000 usaha.
"Alhamdulillah, kondisi di lapangan realisasinya sudah mencapai 25 persen," katanya.
Dia berharap dengan sisa waktu sampai tanggal 31 Agustus 2026, target keluarga dan usaha yang akan di sensus tersebut bisa tercapai 100 persen.
Terkait dengan itu, pihaknya berharap partisipasi masyarakat menyukseskan program sensus ekonomi 2026, dengan menerima 303 petugas sensus dan memberikan jawaban sebenarnya.
Partisipasi masyarakat, sangat menentukan kesuksesan dan validasi ekonomi masyarakat di Kota Mataram, serta untuk menyediakan data dasar terpercaya mengenai seluruh aktivitas usaha dan struktur perekonomian masyarakat di luar sektor pertanian guna menjadi landasan perencanaan, evaluasi kebijakan pembangunan nasional maupun regional, serta memetakan peta daya saing hingga adopsi ekonomi digital.
Baca juga: BPS gunakan AI bantu percepatan proses data Sensus Ekonomi 2026
"Karena itu, program tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti kepala daerah, dan aparat dari TNI/Polri," katanya.
Sementara menyinggung tentang kendala di lapangan, Reza menyebutkan sejauh ini belum ada kendala yang utama, hanya saja petugas sering tidak bertemu dengan sasaran sensus.
Akan tetapi, petugas dipastikan akan kembali datang sampai bisa bertemu dan sasaran memberikan data. Pihaknya, memastikan peluang manipulasi data oleh petugas terhadap warga yang tidak ada di rumah sangat kecil.
"Kami juga melakukan pengawasan berjenjang di lapangan untuk memastikan data yang diberikan petugas riil. Kalau ada indikasi petugas manipulasi data, silakan lapor dan kami siap tindaklanjuti," katanya.
Baca juga: Laju inflasi tahunan 3,55 persen pada Juni 2026
Di sisi lain, katanya, terkait dengan kasus-kasus penolakan petugas seperti di daerah lain sejauh ini di Mataram belum ada terjadi. Kondisi itu salah satunya disebabkan karena petugas sensus di Mataram diprioritaskan dari warga setempat, bahkan ada juga dari kader.
"Dengan demikian, potensi resistensi sangat kecil. Apalagi kalau dengan kader, warga sudah memiliki ikatan emosional," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026