"Untuk anggaran 2026, diharapkan agar PJU yang akan ditender titik pemasangannya dibagi rata ke seluruh kabupaten/kota,"

Mataram (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Barat, Iwan Panjidinata mendorong pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) pada tahun 2026 bisa dilaksanakan secara merata di seluruh kabupaten/kota demi pemerataan pembangunan di setiap daerah.

"Untuk anggaran 2026, diharapkan agar PJU yang akan ditender titik pemasangannya dibagi rata ke seluruh kabupaten/kota," ujarnya di Mataram, Kamis.

Ia mengakui bahwa pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sudah melaksanakan pengadaan pemasangan PJU. Namun, tidak merata dilakukan di setiap daerah, akibatnya, masih banyak jalan provinsi yang kondisinya masih gelap gulita.

Padahal, menurutnya, secara anggaran pada 2025, jumlah titik dan anggaran yang dialokasikan jumlahnya jauh lebih besar dari tahun ini yang hanya dianggarkan sekitar Rp2 miliar.

"Tahun 2025 ada ratusan titik yang dipasang dengan anggaran Rp18-19 miliar. Ini yang kita sayangkan, kenapa tahun lalu  jumlahnya besar, tetapi titik pemasangannya terbatas," kata Iwan Panjidinata.

Menurutnya, proyek pengadaan PJU ini sesuai dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, yakni bagaimana membangun pariwisata mendunia. Namun, justru kondisi yang terlihat saat ini berbanding terbalik dengan besaran anggaran pemasangan PJU pada tahun ini.

"Jadi, kalau kita lihat dari sisi anggaran, tidak sebanding dengan kebutuhan," ucapnya.

Untuk itu, ia berharap Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan melakukan penyesuaian anggaran PJU untuk 2026, sebab bila ini tidak dilakukan maka ketimpangan akses penerangan akan terus berlanjut dan tidak mendukung pengembangan pariwisata secara merata di seluruh wilayah NTB.

"Jika anggaran dialokasikan sesuai usulan pada tender 2026 diharapkan menghasilkan penempatan PJU yang merata di seluruh kabupaten/kota," katanya.

Sebelumnya, pada tahun anggaran 2025, Pemprov NTB memasang lampu PJU di 447 titik di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan NTB, Chairy Chalidyanto mengatakan dari 447 titik PJU yang akan dipasang 147 titik tersebar di jalan pulau Sumbawa. Sementara, selebihnya di Pulau Lombok.

"Total biaya satu unit PJU model pembangkit tenaga surya sebesar Rp40 juta. Semua pemasangan PJU ini dikerjakan oleh 3 orang vendor," katanya.

Baca juga: PUPR janji depan DPRD NTB Jalan Lenangguar-Lunyuk tuntas dalam sepekan

Baca juga: Jaksa tuntut tiga pemberi menyuap anggota DPRD NTB 1,5 tahun penjara

Baca juga: Jaksa beberkan ada tuntutan uang pengganti di perkara gratifikasi DPRD

 

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026