Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan revitalisasi Pasar Cakranegara, Mataram, dimulai akhir Juli 2026, untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan kenyamanan bertransaksi baik bagi pedagang maupun pembeli.
"Tahapan saat ini masih proses tender dan jika tidak ada sanggahan, proyek bisa dimulai akhir Juli 2026," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Irwan Harimansyah di Mataram, Jumat.
Dikatakan, anggaran revitalisasi Pasar Cakranegara tersebut sebesar Rp860 juta dan difokuskan untuk kegiatan perbaikan bagian atap dengan mengganti seluruh atap pasar yang kondisinya saat ini sudah mengalami kerusakan parah.
Perbaikan atap pasar tradisional tersebut, katanya, dinilai mendesak karena saat musim hujan, kebocoran terjadi di hampir seluruh titik, bahkan air menggenang hingga ke lantai dasar.
Kondisi itu membuat para pedagang, terutama di lantai dua, memilih untuk meninggalkan lapak mereka dan beralih ke pasar-pasar lain di sekitarnya seperti Pasar Karang Seraye dan Pasar Sindu.
"Banyak pedagang kami yang lari, berhenti berjualan karena bocor. Karena saat hujan yang terjadi bukan sekadar air turun, tapi banjir sampai ke bawah," katanya.
Baca juga: Disdag Mataram menjaga stok dan pasokan stabilkan harga kebutuhan pokok
Jika melihat data penurunan jumlah pedagang akibat kondisi atap yang rusak cukup drastis. Dari semula sekitar 400-an pedagang, saat ini yang bertahan sekitar 50 persen.
Oleh karena itu, revitalisasi atap Pasar Cakranegara yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat diharapkan menjadi daya tarik agar para pedagang bersedia kembali berjualan di dalam pasar dengan jaminan kenyamanan dan kondisi bangunan yang tidak bocor lagi.
Irwan mengakui selain perbaikan atap sebenarnya terdapat kebutuhan mendesak lainnya seperti perbaikan kios (los), dinding, dan pengecatan. Namun, karena keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi, pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan atap terlebih dahulu.
Baca juga: Bulog jamin kualitas Minyakita di NTB aman
"Perbaikan atap kami prioritaskan, sedangkan untuk bagian lain bisa diusulkan anggaran bertahap," katanya.
Proyek revitalisasi atap Pasar Cakranegara tahun ini, merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp400 juta.
"Akan tetapi, anggaran itu belum bisa mengakomodasi kebutuhan revitalisasi. Jadi khusus untuk kelanjutan penggantian atap secara keseluruhan kami siapkan tahun ini," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026