"Musibah adalah ujian yang tidak diharapkan siapa pun. Karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat membantu mempercepat pemulihan dan memberikan harapan baru bagi para
Bima (ANTARA) - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hj. Mahdalena, menyalurkan bantuan senilai Rp290 juta kepada warga terdampak kebakaran di Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya mempercepat pemulihan pascabencana.
Bantuan tersebut diserahkan kepada 15 kepala keluarga yang terdampak kebakaran dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (3/7). Bantuan yang diberikan berupa Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) serta paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
Mahdalena mengatakan, kehadiran negara harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama saat menghadapi musibah yang mengakibatkan hilangnya tempat tinggal dan terganggunya kehidupan sosial maupun ekonomi keluarga.
"Musibah adalah ujian yang tidak diharapkan siapa pun. Karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat membantu mempercepat pemulihan dan memberikan harapan baru bagi para korban," katanya saat menyerahkan bantuan di Desa Lido.
Menurut Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VIII DPR RI itu, bantuan bahan bangunan tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat kebakaran, sementara bantuan sembako diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga selama proses pemulihan berlangsung.
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan sosial, kebencanaan, dan keagamaan, Mahdalena menilai dukungan terhadap korban bencana harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas secara normal.
Ia mengatakan, penanganan pascabencana membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen kami untuk mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Kami berharap warga dapat segera membangun kembali rumahnya dan melanjutkan kehidupan seperti sediakala," ujarnya.
Penyaluran bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga mengaku terbantu dengan adanya dukungan bahan bangunan dan kebutuhan pokok yang dapat meringankan beban mereka setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Mahdalena berharap bantuan yang diberikan tidak hanya mempercepat pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi membantu korban bencana sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat terdampak dapat segera pulih.
Peristiwa kebakaran yang melanda Desa Lido terjadi pada 16 Mei 2026. Kejadian tersebut menghanguskan 15 rumah panggung 12 tiang, satu unit rumah semi permanen, dan satu gudang milik warga. Selain itu, dua bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan pada bagian samping akibat terdampak kobaran api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun seluruh isi rumah milik warga yang terdampak dilaporkan habis terbakar. Kerugian material akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Baca juga: Kuota Haji NTB 2026 bertambah 1.299 jamaah
Baca juga: Mahdalena ajak masyarakat pahami 4 Pilar Kebangsaan di tengah ketidakpastian global
Baca juga: Anggota DPR RI Mahdalena perjuangkan kartu nusuk jamaah haji NTB di Makkah
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026