Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ)  menggelar pemusatan latihan guna mempersiapkan kafilah menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXI yang akan digelar pada 11-20 September 2026 di Semarang.

Sekda NTB Abul Chair menegaskan pembinaan kafilah MTQ merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.

"Visi NTB Makmur Mendunia tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. NTB akan benar-benar makmur apabila masyarakatnya kaya ilmu, dan akan mendunia apabila generasi mudanya memiliki karakter qurani. Kita ingin melahirkan generasi yang mampu membaca dunia tanpa kehilangan petunjuk wahyu," ujar Abul Chair di Mataram, Senin.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov NTB, kata dia, terus memperkuat sistem pembinaan yang lebih terukur, disiplin, dan profesional. Tahun ini, evaluasi peserta dilakukan secara sistematis melalui platform digital sehingga perkembangan kemampuan peserta maupun efektivitas pembinaan dapat dipantau secara objektif.

"Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi instrumen untuk terus memperbaiki kualitas pembinaan sehingga mampu menghasilkan prestasi yang lebih baik," katanya.

Selain itu, selama masa pemusatan latihan diterapkan disiplin yang lebih ketat, mulai dari pengaturan waktu, pembatasan kunjungan, hingga penggunaan telepon seluler. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun fokus, kedisiplinan, dan kesiapan mental peserta dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Sekda berharap seluruh peserta memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya sebagai ikhtiar mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional XXXI di Semarang. Menurutnya, setiap peserta bukan hanya membawa nama pribadi dan daerah, tetapi juga mengemban amanah sebagai duta Alquran yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Baca juga: Pemkot Mataram pastikan kafilah pemenang MTQ ke-31 NTB mendapat hadiah umrah

"Pemprov bersama LPTQ akan memberikan dukungan terbaik selama proses pembinaan. Namun keberhasilan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kesungguhan dalam berlatih, kedisiplinan, keikhlasan, dan doa. Semoga seluruh ikhtiar ini menjadi jalan bagi NTB untuk meraih prestasi terbaik sekaligus melahirkan generasi qurani yang membanggakan daerah," terang Abul Chair.

Ia menambahkan melalui pembinaan yang terstruktur, disiplin, dan berkelanjutan, ia optimistis kafilah NTB mampu tampil maksimal pada MTQ Nasional XXXI di Semarang. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, pembinaan ini merupakan ikhtiar melahirkan generasi qurani yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Pemusatan latihan yang berlangsung di Asrama Haji Kelas I Lombok, Mataram. Sebanyak 58 peserta terpilih mengikuti pembinaan intensif yang didampingi 16 pelatih lokal pada 8 cabang musabaqah dan 21 golongan.

Baca juga: NTB membidik posisi tuan rumah MTQ Nasional

Pemusatan latihan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 5 hingga 15 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan secara luring dan daring hingga pelaksanaan MTQN XXXI di Semarang, Jawa Tengah pada 11-20 September 2026.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026