Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebutkan sebanyak 50 kepala sekolah di Kota Mataram hingga kini belum bisa terisi karena terkendala sistem aplikasi yang belum siap.
"Kami sudah dua kali bersurat ke Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) untuk kesiapan aplikasi itu, tapi hingga kini belum ada jawaban," kata Kepala Disdik Kota Mataram H Yusuf di Mataram, Senin.
Sebanyak 50 jabatan kepala sekolah yang kosong tersebut sekitar 32 jabatan kepala sekolah yang kosong posisi di tingkat SD dan sisanya di tingkat SMP.
Untuk pengisian jabatan kepala sekolah yang kosong itu, kata dia, sudah disiapkan calon kepala sekolah, bahkan mereka sudah mengikuti pendidikan dan latihan (diklat), bahkan sejak akhir tahun 2025.
Pengisian jabatan kepala sekolah tersebut awalnya ditargetkan terisi pada bulan Februari 2026, lanjut dia, namun kendala sistem target pengisian sebelum tahun ajaran baru 2026/2027, juga ternyata belum bisa.
Baca juga: Disdik Mataram distribusi siswa baru menumpuk guna pemerataan
"Pengisian jabatan kepala sekolah harus tunggu pembukaan sistem aplikasi KSPSTK. Jika tidak, pelantikan belum bisa dilakukan," katanya.
Untuk mengisi puluhan posisi kepala sekolah yang saat ini kosong, lanjut Yusuf, telah ditunjuk pelaksana tugas (plt) pada masing-masing sekolah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan belajar mengajar di sekolah tersebut.
"Plt juga memiliki kewenangan untuk tandatangan ijazah siswa kelas akhir," katanya.
Baca juga: Disdik Mataram mengkaji ulang retribusi kantin sekolah
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana sebelumnya juga mengingatkan agar Dinas Pendidikan segera mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong agar administrasi dan proses belajar mengajar bisa berjalan lancar.
"Kalau semua sudah berjalan sesuai dengan regulasi, silakan Disdik segera isi jabatan kepala sekolah, kami tidak akan intervensi," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026