Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah membuka lelang untuk proyek revitalisasi puskesmas dan puskesmas pembantu dengan total anggaran Rp3,2 miliar.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Mataram Lalu Muhammad Iqbal di Mataram, Senin, mengatakan, perbaikan kedua fasilitas kesehatan tersebut kini sudah memenuhi tahapan lelang atau tender.
"Tender perbaikan dua fasilitas kesehatan itu mulai dan sudah tayang di Laman Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Mataram," katanya.
Menurutnya, dengan anggaran Rp3,2 miliar itu dibagi menjadi dua yakni untuk perbaikan Puskesmas Pembantu (Pustu) Monjok dengan nilai tender Rp1,054 miliar, sedangkan anggaran untuk rehabilitasi atau perbaikan Puskesmas Pagesangan sebesar Rp2,2 miliar.
Sejak lelang dimulai sampai hari ini, puluhan kontraktor berminat menggarap dua proyek tersebut. Untuk Pustu Monjok hingga hari ini tercatat 40 perusahaan daftar ikut tender.
Begitu juga dengan untuk proyek revitalisasi Puskesmas Pagesangan sampai saat ini sudah ada 33 perusahaan mendaftarkan diri untuk mengikuti lelang. Namun dari 33 perusahaan yang mendaftar, baru 6 peserta yang mengajukan harga penawaran dengan nilai beragam.
"Sekarang sedang tahap pemeriksaan berkas dan kelengkapan peserta lelang," katanya.
Dikatakan, tahapan lelang ditargetkan menghabiskan waktu sekitar satu bulan, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak.
"Target kami akhir Juli, dua proyek itu sudah bisa tandatangan kontrak dan selanjutnya pekerjaan dimulai," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan sebelumnya mengatakan, revitalisasi Pustu Monjok menjadi prioritas karena kondisi bangunan yang dinilai sudah kurang layak, terlebih lokasinya berada di pusat kota.
Baca juga: Menteri ESDM Bahlil sebut lelang EPC proyek gas Blok Masela ditargetkan tahun 2026
"Kondisi bangunan pustu sudah tidak mendukung layanan maksimal, karena itu setelah direvitalisasi keberadaan Pustu Monjok dapat dioptimalkan," katanya.
Ke depan Pustu Monjok diharapkan mampu memperluas layanan sehingga masyarakat tidak terpusat hanya pada satu fasilitas kesehatan. Selain perbaikan fisik, peningkatan sumber daya manusia juga disiapkan.
Karena itu, selain menyiapkan perawat, Dinkes juga akan siagakan dokter dan bidan agar bisa melayani persalinan seperti di puskesmas induk.
Baca juga: Tender proyek jalan di Mataram senilai Rp14,7 miliar
"Ke depan Puskesmas Pembantu Monjok, kami diarahkan menjadi percontohan dengan layanan yang lebih lengkap dan mudah diakses masyarakat," katanya.
Sedangkan, revitalisasi Puskesmas Pagesangan dilakukan karena kondisi bangunan yang dinilai sudah sangat memprihatinkan, bahkan kebocoran atap kerap terjadi saat hujan dan mengganggu aktivitas pelayanan.
"Ketika hujan, hampir di semua sudut terjadi kebocoran. Ini jelas mengurangi kenyamanan pasien dan petugas sehingga revitalisasi menjadi kebutuhan mendesak," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026