"Kegiatan ini sangat bagus dalam rangka memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk lebih mengenal Lombok, NTB, dan Indonesia secara mendalam, baik secara geografis maupun keilmuan akademik. Mereka juga dapat bertemu dengan berbagai elemen mas
Dompu (ANTARA) - Tiga mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) meraih medali perunggu pada ajang International Student Festival (ISF) 2026 International Essay Competition yang berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 4-6 Juli 2026.
Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. H. Zainudin, M.Pd.I. dalam pernyataan tertulis, Rabu, mengatakan ketiga mahasiswa tersebut adalah Abdulkarim Muhammed Modu asal Nigeria yang menempuh studi di Program Studi Teknik Sipil, Sara Magdi Abdelkareem Saeed asal Sudan dari Program Studi S1 Farmasi, serta Patricia Amma Incoom Enchill asal Ghana yang merupakan mahasiswa Program Studi Sistem Teknologi Informasi.
Kompetisi esai internasional tersebut mengusung tema "Youth Innovation for Sustainable and Inclusive Global Transformation" dengan mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk menyampaikan gagasan inovatif dalam menjawab tantangan global di berbagai bidang, seperti pertanian, lingkungan, kesehatan, pangan, hukum dan politik, sosial ekonomi, teknologi, pendidikan, pariwisata, hingga budaya.
Kegiatan ISF 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi International Student Festival bersama Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram dan Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.
Selain menjadi ajang kompetisi akademik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pertukaran budaya, penguatan jejaring akademik internasional, serta promosi potensi Lombok dan Nusa Tenggara Barat kepada peserta dari berbagai negara.
Zainudin mengatakan partisipasi mahasiswa internasional dalam ISF memberikan pengalaman akademik sekaligus memperluas wawasan sosial dan budaya.
"Kegiatan ini sangat bagus dalam rangka memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk lebih mengenal Lombok, NTB, dan Indonesia secara mendalam, baik secara geografis maupun keilmuan akademik. Mereka juga dapat bertemu dengan berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, pimpinan daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak lainnya," katanya.
Menurut dia, kegiatan bertaraf internasional seperti ISF sejalan dengan upaya perguruan tinggi dalam memperluas jejaring global dan memperkuat kolaborasi ilmiah.
"Kegiatan-kegiatan seperti ini sangat perlu kita dorong untuk tercapainya kolaborasi ilmiah yang lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat berkemajuan," ujarnya.
Capaian medali perunggu tersebut menjadi salah satu bukti kontribusi mahasiswa internasional UMMAT dalam forum akademik global melalui gagasan dan inovasi yang ditawarkan.
Keikutsertaan mahasiswa asal Nigeria, Sudan, dan Ghana juga mencerminkan komitmen UMMAT dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, multikultural, serta mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi guna meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan NTB berikan perlindungan bagi 985 mahasiswa KKN UMMAT
Baca juga: Milad ke-46, UMMAT teguhkan komitmen sebagai kampus berkemajuan
Baca juga: UMMAT kukuhkan guru besar saat Milad ke-46
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026