"Jumlah formasi yang akan dibuka masih menunggu persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi KemenPAN-RB,"

Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan kebutuhan 10.998 formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada pemerintah pusat untuk memenuhi kekurangan pegawai di berbagai sektor pelayanan publik di daerah setempat.

"Jumlah formasi yang akan dibuka masih menunggu persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi KemenPAN-RB," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur Yulian Ugi Lusianto di Lombok Timur, Rabu.

Ia mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan melalui sistem e-formasi sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Semua kebutuhan sudah kami usulkan melalui e-formasi. Nanti yang menentukan jumlah formasi tetap KemenPAN-RB," katanya.

Berdasarkan hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja (ABK), kebutuhan ASN di Lombok Timur terdiri dari 3.779 formasi guru, 2.356 tenaga kesehatan, dan 4.863 tenaga teknis.

"Kebutuhan terbesar masih berada pada sektor pendidikan," katanya.

Selain itu, Pemda juga membutuhkan tambahan tenaga kesehatan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta tenaga teknis untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan.

"Pemerintah daerah hanya mengusulkan kebutuhan berdasarkan hasil ABK. Sementara jumlah formasi yang nantinya dibuka bergantung pada kebijakan pemerintah pusat serta kemampuan keuangan daerah," ujarnya.

Ia menegaskan berapa pun jumlah formasi yang disetujui akan menjadi dasar pelaksanaan rekrutmen ASN di Lombok Timur.

"Kalau nanti disetujui 2.000 formasi, ya itu yang kami laksanakan. Kalau jumlahnya lebih banyak, tentu kami juga mengikuti keputusan pemerintah pusat," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026