Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, sebanyak 34.712 jiwa atau 16,68 persen dari target 45 persen warga Kota Mataram sudah mendapatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG), yang menjadi program prioritas pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Rabu, mengatakan, cakupan CKG di Kota Mataram, saat ini terus mengalami peningkatan setelah adanya kerja sama dengan sejumlah klinik TNI/Polri.
"Cakupan CKG di Kota Mataram tahun 2025, tercatat masih 9 persen atau sekitar 18.729 jiwa dari target 45 persen atau 208.204 jiwa dari total jumlah penduduk Kota Mataram sebanyak 452.400 jiwa," katanya.
Namun melalui kolaborasi dengan klinik TNI/Polri, cakupan CKG ditahun 2026 terus meningkat hingga saat ini mencapai 16,68 persen atau 34.712 jiwa dari target 208.204 jiwa atau 45 persen.
"Target kami, cakupan CKG sampai akhir tahun 2026 bisa mencapai 25 persen dari target yang ditetapkan pemerintah," katanya.
Sebagai langkah percepatan mencapai target tersebut, Dinkes Mataram melibatkan lima klinik dari institusi TNI/Polri meliputi, klinik Polda NTB, Polres, Klinik Angkatan Udara, dan Klinik Angkatan Laut, dan Klinik Angkatan Darat.
Selain itu, lanjutnya Dinkes juga telah mengeluarkan kebijakan untuk pelaksanaan CKG di ruang terbuka dengan sistem jemput bola. Misalnya, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Udayana, dan ruang-ruang publik lainnya berkolaborasi dengan berbagai kegiatan masyarakat.
Baca juga: Pemkab Lotim siapkan layanan CKG di arena Festival 1 Muharram
"Tahun 2026, kami 'keluar kandang' untuk berikan layanan CKG, sehingga tidak terpaku menunggu di fasilitas kesehatan puskesmas," katanya.
Selama ini, akunya, cakupan CKG Kota Mataram berada sekitar 9 persen karena terlalu terpaku dengan kebijakan lama, yakni masyarakat harus datang ke fasilitas kesehatan.
Baca juga: Pemkab Lotim maksimalkan pelayanan CKG melalui posyandu
Tapi mulai tahun 2026, Dinkes membuka diri dan siap memberikan layanan di ruang publik, meskipun di ruang publik ada saja warga luar Kota Mataram yang ikut melakukan CKG.
"Kami sudah buat kebijakan, siapa pun boleh ikut layanan CKG. Itu menjadi bagian untuk mendukung menyukseskan program nasional," katanya.
Emirald berharap, melalui langkah layanan CKG yang sudah disiapkan tersebut target 46 persen layanan CKG bagi warga Kota Mataram tahun 2026 bisa tercapai.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026