Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) saat memasuki puncak musim kemarau.
"Warga harus mewaspadai berbagai ancaman penyakit yang rentan terjadi meningkat saat puncak musim kemarau," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram Rabu.
Dikatakan berbagai penyakit yang berpotensi terjadi saat puncak kemarau berkaitan dengan lingkungan dan bersumber dari sanitasi seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD) diare infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dehidrasi daya tahan tubuh menurun hingga masalah kulit akibat debu dan keterbatasan air bersih.
"Meskipun selama ini Kota Mataram belum pernah terdampak kekeringan ekstrem seperti kabupaten/kota lainnya, namun langkah antisipasi harus dilakukan," katanya.
Salah satu upaya antisipasi yang perlu dilakukan masyarakat adalah menerapkan PHBS di setiap lingkungan, dengan rutin melakukan gerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) barang bekas, plus pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Selain itu masyarakat diimbau untuk istirahat yang cukup, banyak minum air putih, dan mengonsumsi buah dan sayur untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Baca juga: Dinkes Mataram siap fasilitasi SPPG MBG ditutup
"Harapan kami, melalui upaya tersebut masyarakat bisa menghadapi puncak kemarau tahun ini," katanya.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Budi Wartono mengatakan untuk antisipasi dampak puncak kemarau yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada bulan Juli 2026 pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan menyiapkan logistik.
Baca juga: Dinkes Mataram mengingatkan jamaah proaktif cek kesehatan setelah pulang
Koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait antara lain sudah dilakukan dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram Dinas Lingkungan Hidup Dinas Pertanian Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.
"Koordinasi ini dinilai penting untuk mengambil langkah cepat dan tepat menghadapi berbagai potensi dampak kemarau" katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026