"Untuk pelatihan itu, kami merangkul para perajin sol sepatu pinggir jalan  ikut serta agar mereka dapat meningkatkan nilai jual produk dan membantu ekonomi keluarga dan mampu jadi UMK 'naik kelas',"

Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperinkop UKM) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melaksanakan pelatihan dengan menyasar sektor kreatif untuk mendorong usaha kecil menengah (UKM) "naik kelas".
 
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperinkop UKM) Kota Mataram Jemmy Nelwan di Mataram, Jumat, mengatakan, salah satu program unik yang telah dilaksanakan adalah pembuatan sepatu dengan motif batik Mataram atau tenun.

"Untuk pelatihan itu, kami merangkul para perajin sol sepatu pinggir jalan untuk ikut serta agar mereka dapat meningkatkan nilai jual produk, membantu ekonomi keluarga, dan mampu menjadi UMK 'naik kelas'," katanya.

Anggaran kegiatan pelatihan tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dana rutin, serta dana Pokir (Pokok Pikiran) Dewan Kota Mataram.

Ia mengatakan, kegiatan pelatihan perajin sol sepatu pinggir jalan itu menyasar sebanyak 30 orang, dengan mendatangkan instruktur yang berkompeten.

Dalam pelatihan itu, peserta diajarkan untuk mengombinasikan bahan sepatu dengan kain lokal berupa batik Mataram yang menjadi salah satu produk unggulan Kota Mataram.

Setelah mereka mendapatkan pelatihan selama empat hari di salah satu hotel, para peserta juga mendapatkan berbagai peralatan berupa alat jahit dan cetakan atau pola acuan pembuatan sepatu.

"Bantuan peralatan diberikan untuk mendukung dan meningkatkan inovasi dan kreativitas perajin sol sepatu terutama dari kain batik Mataram," katanya. 

Menurutnya, program pelatihan tersebut tidak akan berhenti setelah pelatihan selesai sebab pihaknya akan terus melakukan kontrol dan pembinaan bagi peserta yang menunjukkan keseriusan untuk maju.

Untuk urusan permodalan, pihaknya mengarahkan para pelaku usaha baru untuk bergabung dengan Koperasi Merah Putih. Melalui koperasi tersebut, para wirausaha diharapkan bisa mendapatkan bantuan modal untuk mengembangkan inovasi produk mereka agar tidak monoton dan mampu bersaing di pasar.

"Setelah pelatihan, peserta terus kami dampingi agar bisa berkembang dan mandiri hingga mampu menghasilkan karya unggulan khas Kota Mataram," katanya.

Baca juga: Disperinkop Mataram menyiapkan produk unggulan isi gerai di MotoGP

Baca juga: Disperinkop UKM Mataram berikan bantuan 50 mesin jahit kembangkan UMKM

Baca juga: Sejumlah koperasi di Mataram bakal dikonversi jadi Koperasi Merah Putih

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026