"Kalau tidak ada halangan, Senin besok (13/7), kami akan melakukan audiensi ke Polresta Mataram, untuk menanyakan sejauh mana progres penyidikan kasus kematian NDR ini,"

Mataram (ANTARA) - Kuasa hukum keluarga almarhumah mahasiswi NDR, Lalu Anton Hariawan yang ditemukan tewas tidak wajar di kamar indekosnya di wilayah Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menagih progres penyidikan di kepolisian.

"Kalau tidak ada halangan, Senin besok (13/7), kami akan melakukan audiensi ke Polresta Mataram, untuk menanyakan sejauh mana progres penyidikan kasus kematian NDR ini," kata Lalu Anton di Mataram, Jumat.

Dia menyampaikan, ada beberapa hal yang akan menjadi materi audiensi dengan penyidik. Pertama, perihal rangkaian pemeriksaan saksi-saksi yang ada kaitan dengan korban.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB ini juga akan meminta informasi penyidik perihal pemeriksaan terhadap nama seseorang yang kerap disebut almarhumah dalam mimpi ibu kandungnya.

"Pokoknya ada nama yang sampai tiga kali dalam mimpi ibunya ini, almarhumah sebut, itu akan kami tanyakan ke penyidik, apakah sudah diperiksa atau belum?" ucapnya.

Begitu juga dengan keterangan salah seorang warga yang tinggal dekat dengan kamar indekos almarhumah sesuai informasi yang didapatkan ibu kandung almarhumah.

"Dari keterangan saksi itu, sebelum akhirnya NDR ditemukan meninggal di kamar indekosnya, dia sempat dengar ada suara orang lagi bertengkar, apakah saksi itu juga sudah?" ujarnya.

Persoalan ketiga perihal penyebab almarhumah meninggal. Lalu Anton menegaskan bahwa pihak keluarga almarhumah hingga kini belum mendapat penjelasan dari kepolisian, padahal langkah autopsi sudah dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

"Meninggal almarhumah ini apakah karena cekikan atau patah leher, atau apa ada juga kekerasan seksual? Keluarga harus tahu itu. Keluarga belum dapat penjelasan hasil autopsi itu," kata Lalu Anton.

Materi terakhir terkait keberadaan kendaraan roda dua dan handphone almarhumah yang diketahui hilang saat kepolisian melakukan pemeriksaan di kamar indekos NDR pasca penemuan jenazah.

Menurut dia, hal tersebut terbilang janggal dan menduga kuat ada kaitan dengan upaya orang yang sengaja berbuat untuk menghilangkan jejak atau menghalang-halangi terungkapnya kasus yang mengarah pada indikasi pembunuhan tersebut.

Dugaan mengarah pada indikasi pembunuhan itu semakin kuat dengan kecurigaan terhadap barang lain, seperti laptop dan barang berharga di dalam kamar indekos NDR masih tertinggal.

"Jadi, saya menganalisa ada pelaku yang memiliki kemampuan yang canggih. Dia hilangkan barang bukti. Membuat korban seolah-olah meninggal karena pencurian kekerasan," ujarnya.

Kepala Satreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra sebelumnya menolak untuk memberikan informasi perkembangan penyidikan kasus kematian NDR ini secara gamblang ke publik.

Ia hanya menyatakan sudah ada belasan saksi yang diperiksa dan hasil autopsi masih dalam proses penelitian di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Baca juga: Kasus kematian mahasiswi di kamar indekos naik penyidikan

Baca juga: Polresta Mataram mengirim sampel autopsi jenazah mahasiswi ke Puslabfor

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026