"Hari pertama sekolah adalah momen yang sangat berarti bagi anak. Kami mengajak seluruh ayah di Kabupaten Dompu meluangkan waktu untuk mengantar dan mendampingi anak ke sekolah sebagai wujud kasih sayang, dukungan, dan keteladanan yang akan dikenang
Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, Nusa Tenggara Barat, menggaungkan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) dengan mengajak para ayah meluangkan waktu mendampingi putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7), sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu Hj. Daryati Kustilawati, mengatakan kehadiran ayah pada hari pertama sekolah merupakan bentuk perhatian dan dukungan yang dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan mental dan karakter anak.
"Hari pertama sekolah adalah momen yang sangat berarti bagi anak. Kami mengajak seluruh ayah di Kabupaten Dompu meluangkan waktu untuk mengantar dan mendampingi anak ke sekolah sebagai wujud kasih sayang, dukungan, dan keteladanan yang akan dikenang sepanjang hidup," katanya, Jumat.
Menurut Daryati, momen mengantar anak ke sekolah tidak hanya sebatas mengantar hingga gerbang sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan membangun komunikasi, kedekatan emosional, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar anak dalam memulai tahun ajaran baru.
"Pagi hari adalah waktu yang berharga untuk membangun kedekatan antara ayah dan anak. Kehadiran ayah bukan sekadar mengantar, tetapi juga membangun rasa percaya diri, semangat belajar, dan karakter anak menuju masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Ia mengatakan pelaksanaan GAMAS merupakan implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), program nasional yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, dan pembentukan karakter anak sebagai bagian dari pembangunan keluarga berkualitas.
Karena itu, DPPKB mengajak seluruh ASN, PPPK, pegawai non-ASN, serta masyarakat yang memiliki anak usia sekolah agar menyempatkan diri mendampingi anak pada hari pertama sekolah tanpa mengabaikan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
"Mari jadikan Senin, 13 Juli 2026 sebagai momentum memulai kebiasaan positif. Bersama, kita wujudkan keluarga berkualitas dan generasi Dompu yang sehat, cerdas, berkarakter, serta berdaya saing," katanya.
Ajakan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Dompu Nomor 800/116/DPKB/Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR).
Surat edaran itu menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, kepala satuan pendidikan, serta aparatur sipil negara dan masyarakat mendukung pelaksanaan GATI melalui peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Selain mengajak ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah, pemerintah daerah juga mendorong pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR) agar para ayah hadir secara langsung saat pembagian rapor sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan pendidikan anak.
Pelaksanaan GATI di Kabupaten Dompu mengacu pada Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 400.25-58 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
Daryati menambahkan, gerakan tersebut diharapkan menjadi budaya baru dalam keluarga sehingga keterlibatan ayah tidak hanya hadir pada momentum tertentu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
"Semangat yang ingin kita bangun adalah Ayah Hebat, Anak Kuat, Masa Depan Cerah. Kehadiran ayah hari ini akan menjadi investasi penting bagi tumbuh kembang anak di masa depan," ujarnya.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026