Mataram, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) pada semester pertama 2026 mencapai Rp273,859 miliar atau 43,27 persen dari target penerimaan Rp656,076 miliar.
"Data itu merupakan realisasi sampai bulan Juni 2026, jika dihitung dengan realisasi sampai hari ini kemungkinan sudah mencapai 50 persen," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri di Mataram, NTB, Jumat.
Hal tersebut disampaikan setelah melakukan rapat koordinasi realisasi PAD semester satu 2026, baik yang bersumber dari pajak maupun retribusi daerah.
Untuk penerimaan retribusi daerah terealisasi sebesar Rp129,588 miliar atau 39,65 persen dari target Rp326,334 miliar. Sementara, realisasi dari pajak tercatat Rp145,69 miliar atau 47 persen dari target Rp311,54 miliar.
Baca juga: Denpasar usulkan tiga ranperda dalam sidang paripurna DPRD
"Penerimaan dari sektor pajak daerah, memang persentasenya selalu lebih tinggi dibandingkan retribusi daerah," katanya.
Menurutnya, khusus untuk sektor retribusi daerah, ada empat organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendapatkan rapor merah karena capaiannya masih di bawah 50 persen.
Empat OPD itu meliputi Dinas Perhubungan yang mengelola retribusi parkir tepi jalan umum, dengan realisasi semester satu 2026 sebesar Rp5,2 miliar atau 28,45 persen dari target Rp15,5 miliar
Kemudian, Dinas Perdagangan, yang mengelola retribusi, mencatat realisasi Rp2,8 miliar atau 34,17 persen dari target Rp7,5 miliar.
Baca juga: Pemkab Lombok Utara optimalkan PAD
Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengelola retribusi jasa persampahan dengan target Rp14 miliar, mencatat realisasi Rp2,9 miliar atau 23,48 persen.
Terakhir, Dinas Pariwisata yang mengelola retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga dengan target Rp790 juta, mencatat realisasi Rp78 juta atau 31,12 persen.
Ia meminta OPD dengan realisasi penerimaan PAD di bawah 50 persen lebih inovatif dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memberi target beberapa bulan ke depan pencapaiannya bisa digenjot di atas 50 persen.
"Kami minta OPD itu lebih kreatif untuk berkegiatan untuk bagaimana mempercepat realisasi PAD. Untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah, silakan berinovasi sesuai ketentuan agar target yang ditetapkan bisa tercapai," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026