Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan program layanan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks bagi siswa SD terutama kelas V dan VI, sebagai langkah antisipasi infeksi dan kanker serviks atau leher rahim.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Jumat, mengatakan, program vaksinasi HPV rutin dilakukan setiap awal tahun ajaran baru atau biasanya dirangkaikan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada bulan Agustus.

"Terakhir vaksinasi HPV dilaksanakan pada bulan Agustus 2025. Untuk kegiatan tahun ini, segera kami siapkan untuk melindungi anak-anak sejak dini dari bahaya kanker serviks," katanya.

Persiapan dilakukan antara lain, berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dengan kesiapan pengiriman vaksin. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan untuk pendataan sasaran siswa.

Untuk data sasaran siswa, katanya, pihaknya belum bisa menyebutkan angka pasti karena harus menunggu data dari Dinas Pendidikan.

Baca juga: Kemenkes uji coba vaksin HPV anak laki-laki di provinsi dengan cakupan baik

"Sementara kami menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk tenaga medis, yang akan memberikan layanan ke sekolah-sekolah," katanya.

Pemberian vaksin HPV tersebut khusus bagi pelajar perempuan mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks dan masalah kesehatan lainnya pada wanita lainnya.

Untuk mengoptimalkan cakupan, katanya, pihaknya juga menggencarkan kegiatan sosialisasi kepada baik melalui sekolah, maupun orang tua agar mereka dapat memberikan dukungan untuk menyukseskan program pemerintah tersebut.

Baca juga: Kemajuan teknologi membantu sampaikan informasi terkait HPV

"Kami berharap orang tua tidak menolak program ini, apalagi sudah diberikan secara gratis sebab jika dikenakan tarif biayanya cukup mahal," katanya.

Dalam pelaksanaan layanan vaksinasi HPV tersebut, Dinkes memberikan layanan melalui tim dari 11 puskesmas se-Kota Mataram. Tim tersebut turun memberikan layanan ke sekolah sesuai wilayah kerja masing-masing.

Selain memberikan layanan vaksinasi HPV, petugas juga memberikan layanan sosial berupa edukasi kesehatan kepada siswa termasuk berdialog dengan mereka serta orang tua.

Karena itulah dalam layanan vaksinasi HPV siswa, juga perlu pelibatan orang tua, agar orang tua juga bisa mengingatkan dan menjaga anak-anak mereka dari salah satu jenis penyakit yang paling mematikan.

"Tugas kami tidak hanya sekedar suntik vaksin saja, melainkan juga mengedukasi siswa dan orang tua guna mengurangi angka kejadian kanker serviks dan meningkatkan kesehatan reproduksi wanita," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026