Lombok Barat, NTB (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengaku banyak berhutang budi kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) karena meski tiga kali kalah dalam pemilihan presiden warga di wilayah itu tetap setia memilihnya.

"Saya merasa bangga, dihormati karena hari ini masyarakat NTB telah mengundang saya. Yang kebetulan dari dulu selalu mendukung saya. Walau pun berkali kali kalah masyarakat NTB tetap setia kepada saya," ujar Prabowo mengawali sambutannya saat peresmian lima bendungan di Indonesia yang dipusatkan di Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, Jumat.

Ia mengatakan masih berhutang banyak kepada masyarakat NTB. Meski demikian, ia meminta masyarakat NTB tetap tenang karena masa kepemimpinan-nya masih sangat panjang.

"Rasanya saya masih berhutang banyak sama masyarakat NTB. Tenang aja masih ada beberapa tahun," katanya disambut riuh masyarakat yang hadir dalam peresmian bendungan tersebut.

Baca juga: Bendungan Meninting memasok air baku untuk 100 ribu jiwa di Pulau Lombok

Untuk itu, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terimakasih-nya pada seluruh masyarakat NTB.

Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan di Indonesia. Lima bendungan itu, di antaranya Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, Bendungan Keureuto dan Rukoh di Aceh, Jlantah di Jawa Tengah dan Sidan di Bali.

Pembangunan kelima bendungan itu dimulai dalam rentan waktu 2015 sampai dengan selesai tahun 2025. Kelima bendungan tersebut dibangun dengan anggaran mencapai Rp9,97 triliun.

Baca juga: Prabowo resmikan lima bendungan dari Lombok Barat

Hadir menemani Presiden Prabowo dalam peresmian tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Selain itu, Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Tedy Indrayana, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri dan Bupati/Wali Kota di NTB.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026