Mataram (ANTARA) - Ibu almarhumah mahasiswi inisial NDR, yang meninggal dunia tidak wajar di kamar indekosnya di wilayah Gomong, mendatangi Markas Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk mempertanyakan progres penyidikan.
Ibu almarhumah NDR, Eny Widyawati, yang hadir didampingi kuasa hukumnya menemui kepala Satreskrim Polresta Mataram bersama penyidik, untuk menyampaikan harapan agar kasus kematian anak kandungnya bisa segera terungkap.
"Kalau harapan keluarga, semoga kasus ini cepat terungkap," kata Eny usai bertemu dengan Kepala Satreskrim Polresta Mataram Ajun Komisaris Polisi I Made Dharma Yulia Putra di Mataram, Senin.
Ia meyakini bahwa ada orang yang bertindak sebagai pelaku hingga mengakibatkan putrinya meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar tersebut.
Eny berharap aparat kepolisian bisa segera mengungkap peran pelaku dan memprosesnya secara hukum.
"Semoga pelakunya segera ditemukan dan dihukum seberat-beratnya," kata Eny sembari memeluk bingkai foto buah hatinya, NDR.
Baca juga: Polda NTB memeriksa tersangka Misri di kasus kematian Brigadir Nurhadi
Sementara itu, kuasa hukum keluarga NDR, Lalu Anton Hariawan menyampaikan dalam pertemuan dengan kepolisian, pihaknya telah mendengar progres penyidikan.
Namun, dari hasil pertemuan tersebut, keluarga dan kuasa hukum sepakat tidak membuka informasi yang disampaikan penyidik, mengingat proses hukum dari kasus ini masih terus berjalan.
"Pada intinya, penyidik sudah mengantongi siapa calon tersangkanya. Ada beberapa hal yang tidak bisa kami sampaikan karena menjadi strategi penyidik," ujar Lalu Anton.
Ia pun memberikan apresiasi atas langkah penyidikan yang terus berkembang dan memastikan pihaknya akan mendukung langkah hukum yang dilakukan kepolisian.
Baca juga: Empat kerabat Brigadir Rizka dinyatakan terlibat kasus kematian Esco
"Kami percaya proses penyidikan. Dari apa yang kami tangkap, penyidik sudah mengantongi calon tersangka. Tinggal kita bersabar menunggu gelar perkara," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Lalu Anton kembali mengumumkan sayembara berhadiah Rp20 juta bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan kendaraan Honda Beat bernomor polisi EA 6129 KB, milik almarhumah yang hilang saat jenazah ditemukan di kamar indekos.
"Saya pribadi selaku kuasa hukum yang akan memberikan hadiah Rp20 juta, dipersilakan bagi yang mengetahui, bisa sampaikan informasinya ke kami," katanya.
Kepala Satreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra membenarkan bahwa dirinya kedatangan tamu ibu kandung NDR didampingi kuasa hukumnya.
Ia menyatakan bahwa pihaknya sudah memberikan penjelasan perihal progres penyidikan yang sedang berjalan.
Atas pertemuan tersebut, Dharma meminta waktu dan kepercayaan kepada pihak keluarga maupun publik untuk menjalankan serangkaian penyidikan yang terus berkembang.
"Pada intinya kami tidak mau gegabah di penyidikan yang terus berkembang ini. Mohon pengertian dan waktunya," ucap Dharma.
Mahasiswi asal Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, berinisial NDR kali pertama ditemukan meninggal dunia oleh sepupu bersama rekannya yang baru datang dari Jakarta pada Minggu malam (17/5).
Kedua saksi menemukan jenazah NDR sudah dalam keadaan telentang kaku di dalam kamar indekos dengan posisi pintu terkunci.
Dalam rangkaian penyidikan, kepolisian tercatat telah melakukan pemeriksaan saksi, ahli, olah tempat kejadian perkara, CCTV sekitar lokasi, otopsi hingga meminta dukungan pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Kasus kematian NDR ini sempat viral di jagat maya. Beragam dukungan pun datang dari berbagai kalangan dengan harapan kepolisian bisa segera mengungkap fakta sebenarnya dari kematian NDR.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026