Mataram (ANTARA) - Kapolresta Mataram Komisaris Besar Polisi Hendro Purwoko mengimbau para orang tua membatasi aktivitas anak di luar rumah pada malam hari untuk mencegah terjadinya tindak kriminal yang melibatkan remaja.

Hendro di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa, mengatakan pengawasan orang tua menjadi bagian penting dalam mencegah anak menjadi korban maupun pelaku tindak kejahatan.

"Ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap anak-anak kita," katanya.

Ia meminta orang tua mendampingi dan mengawasi anak apabila harus keluar rumah pada malam hari karena keperluan yang mendesak.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan kasus pengeroyokan terhadap dua pelajar di Jalan Udayana, depan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, pada Minggu dini hari (12/7).

Baca juga: Ibu NDR datangi Polresta Mataram menanyakan progres penyidikan

Kedua korban yang melintas menggunakan sepeda motor menjadi sasaran sekelompok remaja yang membawa senjata tajam berupa parang dan celurit panjang.

Polisi telah mengamankan lima pelaku. Tiga di antaranya masih berstatus anak dan kini menjalani proses hukum.

Menurut Hendro, para pelaku melakukan aksi tersebut saat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

Akibat pengeroyokan itu, kedua korban mengalami luka tusuk dan luka sayat di beberapa bagian tubuh.

Baca juga: Polresta Mataram mengungkap 41 kasus kejahatan konvensional

Sebagai langkah pencegahan, Polresta Mataram akan meningkatkan patroli malam dengan sasaran balap liar, kerumunan warga, serta lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja.

"Tapi, perlu kami ingatkan kembali bahwa pihak yang berperan dalam upaya pencegahan maupun pengawasan ini ada pada peran orang tua," ujarnya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026