Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan perbaikan sejumlah jembatan rusak dampak bencana alam yang terjadi pada 2025 dan 2026 kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Karena kondisi keuangan daerah seperti ini, kami coba ikhtiarkan perbaikan jembatan yang rusak akibat bencana itu melalui bantuan dari BNPB," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah Rahadian di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan jumlah jembatan yang rusak akibat bencana itu di sembilan lokasi, baik itu jembatan penghubung antara kecamatan, desa, hingga dusun.

Lokasi jembatan yang rusak tersebut, di antaranya di Desa Aik Bual, Desa Tanak Rarang, Pagutan, Bonder, Karangsidemen dan Desa Selong Belanak.

"Lokasi jembatan itu rata-rata menuju tempat wisata, sehingga kami juga telah mengajukan kepada Kementerian Pariwisata juga," katanya.

Baca juga: Dinas PUPR Kota Mataram kembalikan anggaran pembebasan lahan Rp5 miliar

Ia mengatakan respons dari BNPB baik, sehingga dari sejumlah usulan itu ada lima jembatan yang dokumennya telah lengkap dan sisanya sedang dalam proses.

"Ke depan tim dari BNPB akan turun melakukan verifikasi terhadap jembatan yang diusulkan tersebut," katanya.

Ia mengatakan jika usulan jembatan tersebut disetujui dari BNPB, realisasi pekerjaan ditargetkan di tahun anggaran 2027.

Baca juga: BWSNTB normalisasi dua sungai di Mataram untuk antisipasi banjir

"Ini salah satu ikhtiar pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur. Total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan jembatan itu Rp45 miliar di sembilan titik," katanya.

Ia mengatakan pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026 juga sedang melakukan pembangunan jembatan di Desa Aik Bual, namun anggaran yang dialokasikan saat ini untuk pembangunan konstruksi jembatan.

"Artinya pembangunan dilakukan secara bertahap, karena kondisi anggaran," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026