Mataram (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) memperkuat upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ajang tersebut tidak hanya memperkuat ekosistem halal nasional, tetapi juga berhasil melampaui target pembiayaan syariah serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah.
Keberhasilan penyelenggaraan FESyar KTI 2026 menjadi momentum penting ketika Indonesia terus menunjukkan daya saing di tingkat global. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam pengembangan ekonomi Islam.
Indonesia juga menduduki posisi pertama pada sektor modest fashion, peringkat kedua untuk pariwisata ramah muslim, dan peringkat ketiga pada industri makanan halal.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan Indonesia masih memiliki ruang yang sangat besar untuk mengembangkan ekonomi syariah karena didukung konsep yang inklusif, berkeadilan, berkelanjutan, dan mampu menjaga stabilitas ekonomi.
Menurutnya, kinerja ekonomi syariah nasional terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, sektor tersebut tumbuh sebesar 6,21 persen secara tahunan (year on year/yoy) yang didorong penguatan halal value chain.
Ia menjelaskan, industri perbankan syariah juga mencatatkan pertumbuhan yang solid. Hingga Mei 2026, pembiayaan syariah meningkat 10,42 persen menjadi Rp709 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,75 persen menjadi Rp792 triliun. Di sisi lain, indeks literasi ekonomi syariah nasional turut meningkat menjadi 50,18 persen.
"Melalui FESyar KTI 2026, Bank Indonesia menargetkan capaian yang konkret dan berdampak nyata bagi masyarakat," kata Destry saat membuka FESyar KTI 2026 di Mataram, Jumat (10/7).
BI Lampaui Target Pembiayaan Syariah
Bank Indonesia mencatat realisasi business matching pembiayaan syariah selama penyelenggaraan FESyar KTI 2026 mencapai Rp13,5 miliar. Nilai tersebut melampaui target awal sebesar Rp11 miliar.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K Pamungkas, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM berbasis syariah.
Menurut dia, pencapaian tersebut masih berpotensi bertambah karena proses akumulasi transaksi berlangsung hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
"Realisasi tersebut mencerminkan meningkatnya kolaborasi dan kepercayaan masyarakat terhadap kata Hario K Pamungkas, saat penutupan FESyar KTI 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, Minggu (12/7).
Pada kegiatan business matching tersebut, BPRS PNM Patuh Beramal Amali Mataram menjadi lembaga dengan realisasi pembiayaan UMKM terbanyak. Sementara Bank Panin Dubai Syariah Mataram mencatat nilai pembiayaan terbesar selama kegiatan berlangsung.
Selain pembiayaan, omzet transaksi pelaku usaha syariah dan industri halal selama FESyar KTI 2026 mencapai Rp1,2 miliar. Penghimpunan dana wakaf melalui program Zawa Walk dan Wakafein juga mencapai Rp61,2 juta, jauh melampaui target Rp35 juta.
FESyar Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah
FESyar KTI 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 dengan tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital".
Selama tiga hari pelaksanaan, BI bersama 19 Kantor Perwakilan di Kawasan Timur Indonesia menghadirkan sekitar 189 pelaku UMKM dan pelaku usaha syariah.
Kegiatan tersebut mengusung empat pilar utama, yakni Sharia Fair, Sharia Education, Sharia Forum, dan Sharia Competition.
Sharia Fair menghadirkan Halal Mart, bazar kuliner halal, Halal Corner, Wakaf Corner, serta pameran produk unggulan dari berbagai daerah. Pada bidang edukasi, BI menyelenggarakan pelatihan dai dan daiyah, sertifikasi nazhir, pelatihan content creator, seminar, talkshow, hingga tabligh akbar untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah.
Selain itu, masyarakat juga mengikuti business matching, pelatihan, kompetisi, pameran UMKM, serta berbagai hiburan bernuansa Islami yang digelar di Lombok Epicentrum Mall dan Islamic Center NTB.
Pemprov NTB Dukung Pengembangan Industri Halal
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, mengapresiasi penyelenggaraan FESyar KTI 2026 yang dinilai mampu memperkuat fondasi ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berdaya saing.
Ia mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan membuka akses pasar baru, menarik investasi, sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas serta pemasaran produk halal dari daerah.
Baca juga: FESyar KTI 2026 di NTB targetkan pembiayaan syariah Rp11 miliar
Baca juga: OJK mengusul pelaku usaha di PFII tak boleh menghimpun dana di luar kawasan
FESyar KTI 2026 juga mengangkat identitas budaya lokal melalui penggunaan Tenun Renda Bima Motif Bunga Kakando sebagai identitas visual utama. Motif tersebut melambangkan kesabaran, ketekunan, dan semangat masyarakat NTB dalam menghadapi tantangan, sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi syariah berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.
Melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Agama, KDEKS, Kementerian Keuangan, akademisi, dan pelaku usaha, FESyar KTI 2026 diharapkan semakin memperkuat rantai nilai halal nasional serta mempercepat terwujudnya visi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.
Pewarta : Awaludin
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026