Lombok Tengah (ANTARA) - Menteri Pendidikan sasaran dan menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Muti mengajak para pelajar khususnya di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) agar bijak menggunakan media sosial guna mewujudkan masa depan yang gemilang.
"Tetap bijak dalam menggunakan media sosial, jaga otak, jangan begadang karena main handphone," kata Abdul Muti saat melakukan kunjungan kerja di SMAN 2 Praya di Lombok Tengah, Kamis.
Ia menekankan kepada para pelajar untuk menaruh handphone satu meter dari tempat tidur dan jangan meniduri hp serta jangan ditidurkan hp.
"Sayangi otak untuk masa depan yang gemilang. Jangan jadi manusia kelelawar, jangan begadang," katanya.
Ia mengajak para pelajar melakukan hal yang baik dengan menjauhi narkoba, tidak melakukan bulyiing maupun tindakan lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Baca juga: Presiden Prabowo perintahkan Mendikdasmen bentuk tim evaluasi buku ajar sekolah
"Biasakan melakukan hal yang baik, supaya sukses," katanya.
Ia mengatakan melihat aktivitas para pelajar saat masa perkenalan lingkungan sekolah (MPLS) cukup baik dan berjalan sesuai dengan ketentuan.
Oleh karena itu, pihaknya menekankan kepada semua sekolah untuk memberikan wawasan kepada para pelajar baik itu dampak bulyiing, narkoba, untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mewujudkan sekolah aman dan nyaman.
"Dalam MPLS ini bagaimana mewujudkan ramah anak di lingkungan sekolah," katanya.
Baca juga: Mendikdasmen: Bahasa Inggris mata pelajaran wajib murid SD pada 2027
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Praya Mustanadi mengatakan momentum MPSL ini diharapkan dapat membentuk karakter pelajar dalam mewujudkan sekolah ramah dan nyaman.
"Kualitas layanan terus ditingkatkan dalam mempersiapkan anak-anak memiliki kompetensi yang baik," katanya.
Ia mengatakan dalam momentum MPSL ini pihaknya terus memberikan edukasi kepada pelajar untuk saling menghargai dan melakukan hal yang baik.
"Pengawasan tetap dilakukan untuk mewujudkan sekolah yang ramah," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026