Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan progres pembangunan jalan multiyears telah mencapai 80 persen dari target selesai pada November 2026.

"Progres jalan multiyears 80 persen, target tuntas November 2026," kata Kepala Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur Aprian di Lombok Timur, Kamis.

Ia juga penyelesaian proyek infrastruktur jalan multiyears tersebut terus dikerjakan dan dari progres pekerjaan sudah melampaui target rencana.

"Paket satu sudah sampai 80 persen sudah dikerjakan. Paket dua sekarang 60 persen," ujarnya.

Ia menargetkan seluruh paket multiyears tuntas pada November 2026. Sementara untuk pekerjaan aspal ditargetkan selesai lebih cepat, yakni pada bulan Agustus 2026.

"Secara keseluruhan hasil lebih tinggi dari rencana. Yang buat lama itu pekerjaan minor nya seperti pasang batu," katanya.

Baca juga: Lombok Timur usulkan perbaikan jalan kepada Kementerian PU

Ia mengatakan proyek peningkatan infrastruktur jalan tersebut menyasar 20 kecamatan di Lombok Timur, kecuali Kecamatan Sembalun. Total ada sekitar 63 ruas jalan yang dikerjakan dengan sistem lapen dengan anggaran mencapai Rp250 miliar.

"Anggaran program pembangunan jalan ini mencapai Rp250 miliar," katanya.

Meski demikian, kebutuhan jalan mantap di Lombok Timur masih sangat besar, karena panjang jalan kabupaten mencapai 1.200 kilometer dan untuk memantapkan seluruhnya dibutuhkan anggaran cukup besar capai triliunan.

Baca juga: Tiga pelaku jambret di jalan raya Lombok Timur dibekuk polisi

"Yang rusak berat dan ringan mencapai 400 kilometer," tambahnya.

Terkait perbaikan jalan desa yang belum tersentuh, PUPR Lombok Timur mengaku masih menunggu alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah berharap dukungan anggaran tambahan agar seluruh ruas jalan, baik kabupaten maupun desa, bisa segera diperbaiki dan mendukung kelancaran mobilitas serta perekonomian masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026