Lombok Tengah (ANTARA) - Wakil Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) HM Nursiah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program optimalisasi lahan pertanian dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional 2026 dan menemukan adanya kendala daya listrik yang kurang untuk mendukung irigasi dengan sistem pompa air.
"Sasaran program oplah di Lombok Tengah itu mencapai 2.500 hektare," kata HM Nursiah di Lombok Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan program optimalisasi lahan pertanian tersebut sangat tergantung dengan sumber mata air, sehingga dari hasil monitoring yang dilakukan ditemukan kendala terkait daya listrik yang masih kurang untuk menggerakkan pompa air.
"Kami cek, memang daya listrik kurang," katanya.
Namun, kondisi tersebut telah disepakati bersama PLN dan kelompok tani maupun pemerintah daerah untuk menambah daya listrik, agar pompa air dapat beroperasi dengan lancar.
Baca juga: PLN UIW NTB sukses pasok listrik andal Pocari Run Mandalika
"Yang kurang itu daya listrik untuk pompa air di wilayah Kecamatan Pringgarata. Di kecamatan lain berjalan sesuai rencana," katanya.
Ia mengatakan program optimalisasi tersebut tersebar di Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, Kecamatan Pringgarata dan Kecamatan Pujut.
"Program ini bertujuan memastikan lahan pertanian tetap produktif melalui pemanfaatan irigasi pompa, sehingga petani dapat mengoptimalkan musim tanam, termasuk pada musim tanam ketiga (MT III)," katanya.
Baca juga: NTB siap memasok listrik berbasis EBT untuk wisata Bali
Ia berharap keberadaan irigasi pompa ini mampu meningkatkan indeks pertanaman, menjaga ketersediaan air saat musim kemarau, serta berdampak pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan para petani.
"Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus berkomitmen mendukung sektor pertanian, karena petani yang sejahtera adalah fondasi ketahanan pangan dan kemajuan daerah," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026