Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) setempat untuk penyiapan fasilitas pojok baca di 11 puskesmas se-Kota Mataram.

"Penyediaan pojok baca di setiap puskesmas dimaksudkan untuk meningkatkan literasi masyarakat di berbagai bidang, terutama kesehatan," kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Sabtu.

Untuk penyediaan pojok baca di setiap puskesmas, lanjutnya, sudah dilakukan komunikasi dengan Diarpus Kota Mataram dan 11 puskesmas terkait penyiapan lokasi atau titik tertentu di area puskesmas yang mudah terlihat pengunjung.

Keberadaan pojok baca itu, kata dia, diharapkan bisa mengisi waktu pengunjung saat menunggu antrean di puskesmas, sehingga bisa menambah literasi masyarakat dari berbagai sumber bacaan karena Diarpus memiliki koleksi buku yang beragam.

Selain buku kesehatan, Diarpus juga diminta untuk menyiapkan buku-buku fiksi dan non-fiksi agar pengunjung tidak jenuh.

"Selain buku berbentuk fisik, kami juga usulkan buku digital untuk memudahkan pengunjung membaca melalui smartphone," katanya.

Emirald menargetkan pojok baca di puskesmas bisa terealisasi tahun ini pada 11 puskesmas se-Kota Mataram. Kalaupun tidak bisa semua, kata dia, akan diusahakan pada beberapa puskesmas. Intinya, program tersebut harus mulai dilaksanakan tahun ini.

Baca juga: Dinkes Mataram mendapat Rp38 miliar dari DBHCHT untuk program UHC

Pasalnya salah satu kendala yang dihadapi puskesmas untuk penyiapan pojok baca tersebut adalah titik-titik di puskesmas sudah menjadi spot layanan kesehatan.

"Karena itu kami akan usahakan puskesmas yang memiliki ruang atau pojok kosong untuk segera dijadikan pojok baca," katanya.

Sementara Kepala Diarpus Kota Mataram Moh Carnoto mengatakan program pojok baca di puskesmas tersebut merupakan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan sebagai bentuk mendukung peningkatan literasi warga di Kota Mataram.

"Program ini bentuknya sharing. Kami siapkan koleksi buku, Dikes siapkan fasilitas pojok baca," katanya.

Baca juga: Dinkes Mataram menyiapkan vaksinasi HPV cegah kanker serviks siswa SD

Untuk koleksi, Diarpus siapkan berbagai buku-buku fiksi dan non-fiksi termasuk buku koleksi bidang kesehatan dan barcode koleksi buku digital.

"Pengunjung yang mau baca buku digital, tinggal scan barcode, kemudian bisa baca di mana saja dengan radius maksimal 300 meter," katanya.

Diharapkan, melalui kolaborasi pembentukan pojok baca di puskesmas dapat menumbuhkan minat membaca, mendekatkan akses buku masyarakat, serta mendukung gerakan literasi secara dini dan menyenangkan ruang publik.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026