Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat mendorong warga transmigran menjadi wirausahawan adaptif guna membuka lapangan kerja baru.
"Membangun kawasan transmigrasi hari ini tidak cukup hanya dengan menghadirkan infrastruktur. Yang lebih penting adalah menyiapkan masyarakat agar mampu membaca peluang usaha, berinovasi, dan menciptakan lapangan kerja di tengah perubahan zaman," kata Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan di Mataram, Senin.
Aidy mengatakan tantangan dunia kerja saat ini telah berubah. Masyarakat tidak lagi cukup dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga harus memiliki kemampuan membangun usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
"Sekarang kita tidak hanya dituntut menyiapkan sumber daya manusia yang siap bekerja, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja. Karena itu, masyarakat harus memiliki jiwa kewirausahaan, berani berinovasi, dan mampu mengikuti perubahan zaman," tegas Aidy.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja, menikmati hiburan, hingga memilih produk. Kondisi tersebut harus dibaca sebagai peluang, bukan ancaman.
Baca juga: Disnakertrans NTB menyiapkan 2.000 calon pekerja magang ke Jepang
Ia mencontohkan bagaimana produk-produk sederhana seperti kopi maupun makanan tradisional dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi apabila dikemas secara kreatif dan mengikuti selera pasar.
"Perubahan itu tidak bisa kita hindari. Karena itu kita juga harus berubah lebih cepat. Produk yang sama bisa memiliki nilai jual berbeda ketika dikembangkan dengan kreativitas dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar," ujarnya di Kawasan Transmigrasi Selaparang.
Aidy juga mendorong menciptakan produk khas yang memiliki identitas sendiri sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Termasuk, berani menciptakan produk khas yang memiliki identitas sendiri sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Baca juga: Disnakertrans: THR Lombok Tengah 2026 tidak boleh dicicil
Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans NTB, Nina Triana, mengatakan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Transmigrasi Selaparang sekaligus mendukung program desa berdaya.
"Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengenali potensi usaha, menyusun strategi bisnis, serta mengembangkan produk lokal yang memiliki daya saing," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026