"Alhamdulillah, kita meluncurkan platform TRC Infastruktur ini untuk memastikan fasilitas jalan bagi masyarakat tetap layak,"

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur guna mempercepat laporan atau aduan masyarakat terhadap penanganan jalan provinsi yang disiagakan dalam waktu 24 jam.

"Alhamdulillah, kita meluncurkan platform TRC Infastruktur ini untuk memastikan fasilitas jalan bagi masyarakat tetap layak," ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai peluncuran TRC Infrastruktur di Kantor Balai Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) NTB di Mataram, Selasa.

Ia mengakui selama ini pengelolaan infrastruktur belum pernah memiliki standar pemeliharaan jalan dan lebih fokus pada perbaikan atau peningkatan jalan yang  membutuhkan anggaran besar.
Tim ini seperti diharapkan akan melakukan pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 1.500 kilometer. Rinciannya sekitar 500 kilometer berada di Pulau Lombok dan 1.000 kilometer di Pulau Sumbawa.

Anggaran pemeliharaan yang belum memadai, seperti dikatakan akan terintegrasi dalam tiga tahun mendatang serta melibatkan pihak lain melalui CSR dan program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Adapun sumber daya manusia dan alat berat yang tersedia, anggota TRC direkrut dari balai jalan terkait dengan standar pelayanan yang lebih ditingkatkan.

"Kebutuhan kita banyak. Saat ini kita memiliki 15 alat berat senilai Rp30 miliar dari hibah berbagai kementerian dan tambahan anggaran Rp3 miliar untuk pemeliharaan," terangnya.

Iqbal menegaskan telah meminta tim mulai bekerja di beberapa titik dan meminta masyarakat bersabar dengan membuka kanal pengaduan melalui media sosial Gubernur atau Pemprov. Prosedur pengaduan ini akan direspon tim dalam 24 jam sejak diterima dan sudah harus bergerak untuk verifikasi lapangan.

"Setiap ada pengaduan kerusakan jalan maksimal dalam waktu 24 jam, tim TRC sudah harus berada di lapangan untuk melakukan verifikasi, apakah benar laporan ini kewenangan kita (provinsi) sehingga bisa diselesaikan cepat," ucap Iqbal.

Iqbal meminta seluruh anggota TRC menjalankan tugas dengan maksimal karena perbaikan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

"Jangan sampai masyarakat kesulitan ke sekolah, rumah sakit, atau bekerja hanya karena kita terlambat memperbaiki jalan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-PKP Lalu Kusuma Wijaya, mengatakan pemeliharaan jalan ini juga terkait perbaikan drainase, cekungan di beberapa ruas jalan, kerusakan karena tonase berlebihan dan pembersihan bahu jalan.

"Pemeliharaan masih bersifat sporadis dan sudah ada 20 titik di Lombok dan Sumbawa yang sudah diverifikasi di lapangan dan beberapa titik dalam pengerjaan pemeliharaan," ujarnya.

Ia menyebutkan beberapa titik tersebut, di antaranya jalan di depan RSUD Sumbawa, daerah selatan Lombok seperti Lancing dan Sekotong, Sumbawa Barat, Moyo Hilir, Tambora, Wera serta ruas Kediri Kuripan.

"Kita butuh belasan miliar untuk perbaikan ini," katanya.

Lebih lanjut, tim TRC ini terdiri dari lima tim, yakni dua di Pulau Lombok dan tiga tim di Pulau Sumbawa masing-masing terdiri dari 15 orang pegawai balai pemeliharaan jalan PUPR.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026