Lombok Tengah (ANTARA) - Wakil Bupati Lombok Tengah H Nursiah menyebut pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP) Desa Bilelando telah rampung dan diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan di daerah setempat.
"Kampung nelayan merah putih diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat pesisir," kata HM Nursiah di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa.
Ia mengatakan KNMP itu merupakan program pemerintah pusat atau Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui koperasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi wadah yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat usaha perikanan, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
"Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah sektor kelautan dan perikanan akan semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi Lombok Tengah," katanya.
Baca juga: Tim Lombok Tengah melakukan literasi dan deteksi dini provokasi keagamaan
Ia mengatakan investasi pembangunan KNMP itu mencapai Rp22 miliar meliputi pembangunan fasilitas kuliner, pabrik es, gudang penyimpanan ikan dan fasilitas lainnya.
"Fasilitas yang dibangun itu sesuai dengan kebutuhan para nelayan," katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah diminta untuk mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung lainnya dan hal itu sedang dalam proses.
"Pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM)," katanya.
Baca juga: Pemkab Lombok Tengah mendukung keberadaan klinik swasta di Mandalika
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Tengah mencatat angka kemiskinan di daerah setempat pada 2025 mencapai 10,68 persen dari total penduduk 1,2 juta jiwa.
"Program lain juga tetap dilaksanakan dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan di Lombok Tengah," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026