"Masih ada 28 lagi cabang olahraga yang masih belum dipertandingkan. Angka 23 itu dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov,"
Mataram (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat mencatat hingga hari keenam pelaksanaan pekan olahraga provinsi (Porprov) XII, terdapat 23 cabang olahraga yang sudah dituntaskan pertandingannya.
"Masih ada 28 lagi cabang olahraga yang masih belum dipertandingkan. Angka 23 itu dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov," ungkap Ketua KONI NTB, Mori Hanafi di Mataram, Selasa.
Ia menyebutkan 23 cabang olahraga yang sudah dipertandingkan itu, antara lain Selancar Ombak, Bola Voli Indoor, Judo, Gulat, Kurash, Anggar, Tinju, Drumm Band, Sepak Takraw, Angkat Besi,
"Kemudian, Aquatik, Hockey Indoor, Aerosport, Dayung (SUP), Gateball, Soft Tenis, Kick Boxing, Dance sport, Catur, Pencak silat, Golf, Gymnastik, dan Fin Swiming (kolam)," ujarnya di Mataram, Selasa.
Selain masih ada cabang olahraga yang belum dipertandingkan, menurut Mori, terdapat 12 cabang olahraga yang masih dalam proses penyelesaian permasalahan di
KONI NTB.
"Oleh karena itu, perolehan medali dari beberapa cabang olahraga belum dapat disampaikan hasilnya dan akan diumumkan setelah proses penyelesaian masalahnya dapat dituntaskan," kata Mori.
Mori, mengakui memasuki hari keenam pelaksanaan Porprov, pihaknya tidak memungkiri bahwa terdapat sejumlah cabang olahraga yang mendapatkan protes dari sejumlah official kabupaten/kota.
"Masih ada ruang protes dan arbitarse nanti melalui KONI NTB, tentu protes ini pun harus disertai bukti-bukti, sehingga dengan cepat bisa ditangani," ujar Mori.
Menurutnya, hampir seluruh cabang olahraga yang sudah tuntas dipertandingkan tidak ada masalah. Kalau pun ada, dipastikan akan segera ditangani dan dituntaskan.
"Memang ada yang bermasalah, sehingga mendapat protes dari kontingen lain. Contoh, pada cabang olahraga drumband. Namun, masalah ini tidak kaitan dengan KONI," ucapnya.
Lebih lanjut, Mori, menyatakan terkait adanya selisih paham hingga berujung pada protes hasil pertandingan, pihaknya mengajak semua pihak mulai atlet, official, hingga pendukung (penonton) mempercayakan penyelesaiannya kepada KONI NTB.
"Kalau ada anarkis, penyelesaiannya dituntaskan di pengurus cabang olahraga, bukan ke KONI. Kalau ke KONI langsung itu, salah alamat," katanya.
Sementara terkait hasil perolehan medali, kata Mori, belum dapat disampaikan sebelum ada ke akuratan data.
"Prinsipnya bukan pada kecepatan tapi pada keakuratan data. Kami belum bisa rilis medali, kalau belum ada keabsahan," katanya.
Baca juga: Pajak hotel Mataram berpotensi naik dampak Porprov NTB
Baca juga: Pemkot Mataram meminta insan Porprov jaga sportivitas
Baca juga: Kick Boxing Lombok Tengah raih tiga medali Porprov XII NTB 2026
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026