Mataram (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri mengatakan, keberadaan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan motor penggerak ekonomi, bukan pesaing bagi koperasi konvensional, warung warga, maupun ritel modern.

"Kehadiran KDMP justru berfungsi memperkuat ekosistem yang sudah ada melalui peran strategis yang saling melengkapi," katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Hal tersebut disampaikan usai membuka bazar usaha mikro kecil menengah (UMKM), dalam rangka menyambut peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, dipusatkan di Lapangan Sangkareang, Mataram pada 25 Juli 2026.

Dia mengatakan, keberadaan KDKMP tidak akan menggerus koperasi konvensional yang sudah ada. Sebelum KDKMP di bentuk, pemerintah sudah melakukan kajian, perhitungan secara matang terhadap keberadaan koperasi lain.

Sebaliknya, keberadaan KDKMP bisa menjadi penggerak menghidupkan koperasi konvensional sehingga apa yang menjadi target pemerintah pada Harkopnas ke-79 dengan tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", bisa tercapai.

"Kehadiran KDKMP, jangan dianggap sebagai penghambat karena semua sudah ada pangsa masing-masing. Jadi tidak perlu khawatir," katanya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Koperasi (Disprikop) UKM Kota Mataram Jemmy Nelwan mengatakan, jumlah koperasi konvensional di Kota Mataram saat ini tercatat sekitar 200 unit tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram.

Baca juga: Sebanyak 20 persen keuntungan KDKMP akan jadi Pendapatan Asli Desa

Dari hasil evaluasi, sebanyak 200 koperasi itu dalam kondisi sehat karena masih aktif beraktivitas dan melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).

"Bahkan ada juga koperasi yang sudah bekerja sama dengan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) makan bergizi gratis (MBG)," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, ada juga koperasi yang tidak aktif karena berbagai faktor antara lain yang kondisinya kurang sehat bahkan hampir kolaps atau bangkrut.

Kondisi itu dipicu karena banyak faktor, seperti persoalan antar pengurus, aktivitas kegiatan koperasi menurun, kendala likuiditas, kredit macet, dan manajemen, hingga masalah modal.

Baca juga: KDKMP pusat ekonomi desa dan penyalur utama subsidi

Koperasi dengan kondisi itulah yang menjadi atensi untuk terus dilakukan pembinaan agar mereka bisa bangkit lagi menjadi koperasi sehat, bahkan mandiri.

"Untuk data koperasi yang kurang sehat dan hampir kolaps, belum bisa saya sebut angka pasti karena data ada di kantor," kata Jemmy yang ditemui saat mendampingi Sekda Kota Mataram.

Di sisi lai, Jemmy berharapkan, keberadaan KDKMP bisa menjadi salah satu motor penggerak bagi koperasi-koperasi yang kurang sehat dan hampir kolaps di Kota Mataram, sehingga semua koperasi di Mataram bisa beroperasi secara sehat dan mandiri.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026