"Hattrick juara umum ini menjadi bukti kerja keras, konsistensi, pembinaan yang berkelanjutan, dan semangat kebersamaan warga kota mampu membawa kita mencapai prestasi tertinggi,"
Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, keberhasilan Kota Mataram ketiga kalinya (hattrick) meraih juara umum dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat, bukan hanya kemenangan para atlet tetapi keberhasilan seluruh warga Kota Mataram.
"Hattrick juara umum ini menjadi bukti kerja keras, konsistensi, pembinaan yang berkelanjutan, dan semangat kebersamaan warga kota mampu membawa kita mencapai prestasi tertinggi," katanya di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu.
Terhadap keberhasilan itu, wali kota menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut dan memberikan apresiasi kepada para atlet, pendamping, pelatih, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama pertandingan berlangsung pada 16-25 Juli 2026.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen olahraga Kota Mataram.
Prestasi tersebut harus menjadi energi baru bagi pembinaan olahraga di Kota Mataram sebab gelar juara bukanlah garis akhir, melainkan tanggung jawab untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
"Semoga hattrick juara umum, bisa terus dipertahankan," katanya.
Bagi Kota Mataram, lanjutnya, kemenangan itu bukan sekadar tentang siapa yang paling banyak mengumpulkan medali. Lebih dari itu, menjadi cerita tentang ketekunan, kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk mempertahankan tradisi juara di tengah persaingan olahraga NTB yang semakin kompetitif.
Mataram datang dengan target tinggi sehingga para atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh ekosistem olahraga di Kota Mataram menjawabnya dengan prestasi yang bahkan melampaui ambisi.
Kota Mataram pada Porprov XII NTB 2026, berhasil meraih 205 medali emas, 136 perak, dan 111 medali perunggu. Catatan keberhasilan tersebut sekaligus memecahkan rekor perolehan medali emas terdahulu yang berada di angka 152 emas.
Dikatakan, angka-angka itu memang dapat ditulis dalam tabel klasemen, tetapi di balik setiap medali, ada cerita yang jauh lebih panjang. Ada atlet yang berlatih ketika sebagian orang masih terlelap dan ada pelatih yang berkali-kali mengulang strategi.
"Yang tidak kalah pentingnya, ada keluarga yang setia menunggu serta ada doa yang diam-diam mengiringi setiap langkah menuju arena pertandingan," katanya.
Sejumlah cabang olahraga menjadi lumbung emas bagi kejayaan Kota Mataram, antara lain atletik, tampil sebagai salah satu kekuatan utama dengan meraih 13 medali emas, 9 perak, dan 5 perunggu sekaligus mengantarkan cabang olahraga tersebut menjadi juara umum.
Kemudian, dari arena petanque, empat medali emas berhasil diborong. Sementara dari cabang olahraga andalan lainnya, kemenangan demi kemenangan terus mengalir, termasuk pada nomor-nomor final krusial, nomor beregu, hingga nomor estafet.
"Di situlah wajah Mataram terlihat tidak hanya kuat pada satu cabang, tetapi tumbuh melalui banyak cabang, banyak atlet, dan banyak perjuangan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026