"Salah satu UMKM baru yang kami motivasi untuk tumbuh Kopi Darat Maju dan Mapan (Kopdar 78). Alhamdulillah, keberadaan Kopdar 78 sudah bisa membuka peluang usaha sekaligus mengurangi pengangguran di Mataram,"
Mataram (ANTARA) - Fraksi Demokrat DPRD Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mendorong penciptaan wirausaha baru melalui pembentukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru sebagai upaya penguatan ekosistem bisnis.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Mataram Hj Shinta Primasari di Mataram, Senin, mengatakan, keberadaan UMKM baru dapat memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang seimbang, mandiri, dan berkeadilan.
"Salah satu UMKM baru yang kami motivasi untuk tumbuh Kopi Darat Maju dan Mapan (Kopdar 78). Alhamdulillah, keberadaan Kopdar 78 sudah bisa membuka peluang usaha sekaligus mengurangi pengangguran di Mataram," katanya.
Hal tersebut di sampaikan di sela kegiatan sosialisasi peraturan tentang Bale Mediasi, dengan menghadirkan Kopdar 78 sebagai salah satu pelaku UMKM di Kota Mataram yang baru tumbuh.
Selain usaha kopi, menurutnya, Kopdar 78 juga mampu menggerakkan ekonomi lokal dari sisi bahan baku. Salah satunya, gerobak Kopdar 78, dibuat dari pengrajin besi di Babakan, Kota Mataram.
Kopdar 78 itu baru berjalan selama tiga bulan, tapi kini sudah memiliki lima gerobak usaha. Bahkan mereka kini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat yang ingin bekerja dengan menjadi mitra bisnis melalui sistem waralaba.
"Kami berharap, satu usaha yang dirintis ini bisa menjadi peluang usaha bagi banyak warga kota yang membutuhkan," katanya Shinta yang juga menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram.
Sementara Owner Kopdar 78, H Ali Fikri menargetkan, pada akhir Juli 2026, gerobak Kopdar 78 akan bertambah dari 5 unit menjadi 12 unit, karena banyak masyarakat terutama anak-anak putus sekolah yang ingin membuka usaha.
Meskipun baru berusia tiga bulan, Kopdar 78 sudah memiliki legalitas sah baik dari sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun dari izin pangan industri rumah tangga (PIRT).
Kopdar 78 menawarkan 7 varian rasa, dengan harga paling murah dibandingkan dengan jenis lainnya yakni mulai dari Rp7.500 per gelas hingga Rp15.000 per gelas.
"Saat ini, dalam sehari rata-rata penjualan bisa mencapai 50 gelas per gerobak. Jumlah penjualan itu sudah cukup baik, sebab sekelas Kopling yang sudah lama bertahun-tahun beroperasi, mereka maksimal bisa 100 gelas per hari," katanya.
Dia berharap, peluang usaha Kopdar tersebut bisa memotivasi tumbuhnya UMKM baru di Kota Mataram, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026