Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalihkan berbagai aktivitas layanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Monjok ke lahan bekas SDN 19 Mataram di Jalan Abdul Kadir Munsyi selama gedung Pustu Monjok direvitalisasi.

"Sebelum SDN 19 Mataram kami revitalisasi untuk relokasi Puskesmas Mataram, sementara kami gunakan mengalihkan layanan Pustu Monjok karena gedungnya akan direvitalisasi dalam waktu dekat," kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Senin.

Revitalisasi Pustu Monjok saat ini masih tahap tender dengan nilai tender Rp1,054 miliar. Ditargetkan awal bulan Agustus 2026, kata dia, sudah ada pemenang dan tandatangan kontrak.

Karena itu sementara gedung Pustu Monjok direvitalisasi, semua aktivitas layanan akan dipindah ke SDN 19 Mataram, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Baca juga: Dinkes Mataram menyiapkan vaksinasi HPV cegah kanker serviks siswa SD

"Dengan fasilitas yang ada, kemungkinan tidak ada tambahan SDM. Kalaupun ke depan ternyata layanan di sana meningkat, SDM bisa kami tambah petugas," katanya.

Dikatakan, revitalisasi Pustu Monjok menjadi prioritas karena kondisi bangunan yang dinilai sudah kurang layak, terlebih lokasinya berada di pusat kota.

"Kondisi bangunan pustu sudah tidak mendukung layanan maksimal, karena itu setelah direvitalisasi keberadaan Pustu Monjok dapat dioptimalkan," katanya.

Baca juga: Dinkes Mataram mendapat Rp38 miliar dari DBHCHT untuk program UHC

Ke depan Pustu Monjok diharapkan mampu memperluas layanan, sehingga masyarakat tidak terpusat hanya pada satu fasilitas kesehatan. Selain perbaikan fisik, peningkatan SDM juga disiapkan.

Untuk itu selain menyiapkan perawat, Dinkes juga akan siagakan dokter dan bidan agar bisa melayani persalinan seperti di puskesmas induk.

"Ke depan Pustu Monjok, kami diarahkan menjadi percontohan dengan layanan yang lebih lengkap dan mudah diakses masyarakat," katanya.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026