Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memfasilitasi kemudahan perizinan dan tata kelola distribusi LPG 3 kg untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Dukungan dari Kementerian ESDM sudah ada di dalam draf (perpres), ya. Itu bagaimana tata kelola distribusi (LPG 3 kg), dan yang kedua adalah memfasilitasi kemudahan perizinan dan lain-lain,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui setelah konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP yang digelar di Jakarta, Selasa.
Laode menyampaikan Kementerian ESDM mengambil peran terkait distribusi LPG 3 kg karena Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan terlibat dalam distribusi elpiji tersebut.
“(Peran ESDM) di distribusi LPG 3 kg. Kan LPG subsidi,” ujarnya.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang subsidi dan barang-barang bantuan pemerintah.
Baca juga: Indonesia readies social aid scheme through village cooperatives
Oleh karena itu, Zulhas, sapaan akrabnya, menjamin kopdes tidak akan mematikan usaha warung maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sejenisnya milik warga.
Pemerintah menargetkan sekitar 25 ribu Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus–September 2026. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 35.862 unit pada akhir tahun.
Baca juga: Marinir tempa calon pengelola KDMP dan KNMP Latsarmil Komcad
Zulhas berharap Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat rampung pada pekan ini sebagai dasar operasional program tersebut.
“Mudah-mudahan minggu ini selesai tata kelolanya agar semua bisa punya pegangan yang sama,” kata Zulhas.
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026