"Kami melihat pertumbuhan di NTB sangat menarik dan berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Selain didorong oleh industri pengolahan, sektor pariwisata dan agribisnis beserta turunannya juga tumbuh pesat,"
Mataram (ANTARA) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anindya Novyan Bakrie memuji laju pertumbuhan ekonomi dua digit yang menyentuh angka 13,64 persen pada triwulan I 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kami melihat pertumbuhan di NTB sangat menarik dan berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Selain didorong oleh industri pengolahan, sektor pariwisata dan agribisnis beserta turunannya juga tumbuh pesat," ujar dia saat pelantikan dan pengukuhan KADIN NTB di Mataram, Rabu.
Anindya menyoroti potensi besar komoditas lokal NTB, salah satunya industri garam yang memiliki kadar NaCl tinggi. Kualitas tersebut dinilai tak kalah saing dengan negara produsen utama, seperti Australia.
Selain sektor pangan dan pertambangan, Anindya memuji langkah strategis Pemerintah NTB dalam menggarap pariwisata niaga serta wisata kebugaran hingga gagasan konektivitas pariwisata lintas wilayah bersama Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Gubernur NTB fokus pada segmentasi pasar yang jelas. Saya rasa ini strategi cerdas untuk membedakan NTB dengan daerah lain," ucap dia.
KADIN Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan potensi NTB ke tingkat internasional melalui pertemuan rutin bersama puluhan duta besar yang berlangsung setiap bulan.
Anindya memaparkan tiga pilar pembangunan di NTB baik sektor pariwisata, ekonomi biru serta mesin perdagangan yang tumbuh sebesar 91,87 persen. Selain itu, lonjakan ekspor di NTB mencapai 76,64 juta dolar AS dengan laju pertumbuhan industri pengolahan sebesar 60,25 persen.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya kolaborasi KADIN dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung terhadap masyarakat bawah.
Meskipun indikator makro seperti ekspor dan industri pengolahan menunjukkan lonjakan signifikan, imbuh dia, NTB harus terus mencari cara baru agar tidak hanya bergantung pada industri tambang atau pemurnian mineral.
"Kami harus pelan-pelan tidak bergantung penuh pada industri smelter. Hampir 40 persen masyarakat NTB hidup dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini mencapai 131 lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ini menunjukkan peningkatan real di tingkat tapak," tegas Iqbal.
Pemerintah NTB mengajak anggota KADIN untuk masuk dan memperkuat sektor pangan serta industri garam lokal dan berjanji memberikan dukungan penuh bagi dunia usaha yang mau menggarap sektor-sektor produktif tersebut.
Baca juga: Gubernur NTB ajak pelaku usaha kembangkan industri garam rakyat
Baca juga: KADIN tekankan tata kelola usai marak pengusaha terjaring KPK
Baca juga: Kadin menekankan penciptaan lapangan kerja guna pacu ekonomi
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026