Satu orang pelaku tertangkap hari ini di wilayah Kota Mataram. Dia pelaku pembunuhan, pembacokan.
Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang terduga pelaku dalam kasus kematian yang mengarah pada dugaan pembunuhan terhadap seorang mahasiswi berinisial NDR yang tewas tidak wajar dalam kamar indekosnya di kawasan Gomong.
"Iya, betul. Satu orang pelaku tertangkap hari ini di wilayah Kota Mataram. Dia pelaku pembunuhan, pembacokan," kata Kepala Satreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra di Mataram, Rabu.
Made Dharma menyatakan pihaknya belum mengungkapkan identitas terduga pelaku ke publik. Namun, ia memastikan terduga pelaku tidak ada hubungan asmara ataupun keluarga dengan korban.
"Tidak ada hubungan dengan korban. Motifnya nanti kami sampaikan lebih lanjut," ucap dia.
Dari pemeriksaan sementara, Made Dharma menyampaikan bahwa terduga pelaku juga melakukan aksi serupa berupa dugaan pembunuhan pada dua lokasi lainnya.
"Ada dua TKP lagi dia pelaku penusukan, salah satunya di depan kantor TVRI," katanya.
Lebih lanjut, Made Dharma meminta waktu untuk mengungkap secara lengkap mengingat penangkapan baru berlangsung hari ini.
"Untuk lengkapnya, nanti kami sampaikan secara resmi," papar Made.
Baca juga: Polresta Mataram memeriksa pacar dari mahasiswi tewas di kamar indekos
Kuasa hukum keluarga korban Lalu Anton Hariawan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja aparat kepolisian atas informasi penangkapan terduga pelaku.
"Alhamdulillah, akhirnya perjuangan panjang penyidik dan tim membongkar kasus pembunuhan NDR membuahkan hasil," kata Anton.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, mahasiswi asal Jereweh di Kabupaten Sumbawa Barat tersebut kali pertama ditemukan meninggal oleh sepupu bersama rekannya yang baru datang dari Jakarta pada Minggu (17/7/2026) malam.
Kedua saksi menemukan jenazah NDR sudah dalam keadaan terlentang kaku di dalam kamar indekos dengan posisi pintu terkunci.
Dalam rangkaian penyidikan, kepolisian tercatat telah melakukan pemeriksaan saksi, ahli, olah tempat kejadian perkara, CCTV sekitar lokasi, autopsi hingga meminta dukungan pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Kasus kematian NDR ini sempat viral di jagat maya. Beragam dukungan pun datang dari berbagai kalangan dengan harapan kepolisian bisa segera mengungkap fakta sebenarnya dari kematian NDR.
Baca juga: Kasus kematian mahasiswi di kamar indekos naik penyidikan
Baca juga: Kuasa hukum keluarga almarhumah NDR tagih progres penyidikan polisi
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026