Mataram (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, sebanyak 152 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Mataram, sudah mendapatkan bantuan program sabungan air bersih gratis dari total target sasaran 208 MBR.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Rabu, mengatakan, sebanyak 152 MBR yang sudah mendapatkan sambungan air bersih gratis tersebar pada sembilan kelurahan.

Sembilan kelurahan yang dimaksudkan meliputi, di Kelurahan Ampenan Selatan sebanyak 20 titik, Ampenan Utara 10 titik, Ampenan Tengah 12 titik, Bintaro 9 titik, Taman Sari 12 titik, Pejeruk 20 titik, Dayan Peken 21 titik, Dasan Agung tercatat 19 titik, dan Kelurahan Jempong Baru sebanyak 29 titik.

"Program tersebut dimulai pada 4 Juni-4 September 2026, namun kami optimistis sisanya 56 sambungan bisa tuntas bulan depan atau pada Agustus 2026," katanya.

Lale memastikan, meskipun ada gejolak di internal PTAM Giri Menang Mataram, namun program sambungan gratis air bersih tetap berjalan, sebab itu sudah menjadi program yang dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan cakupan air bersih bagi warga di Kota Mataram.

"Program ya program, tetap jalan sesuai rencana. Kalaupun ada masalah di internal, itu tidak mengganggu program yang sudah ada," katanya.

Menurutnya, program sambungan air bersih bagi MBR tahun 2026 menyasar sebanyak 208 MBR, dengan alokasi anggaran Rp371,2 juta bersumber dari APBD Kota Mataram.

"Untuk program sambungan gratis air bersih, satu MBR dialokasikan anggaran Rp1.785.000, sehingga total anggaran yang kami siapkan Rp371.280.000," katanya.

Baca juga: Pemkot Mataram alokasikan Rp853 juta tingkatkan kualitas pedestrian

Sementara dalam pelaksanaannya Pemerintah Kota Mataram bekerja sama dengan PTAM Giri Menang yang menjadi satu-satunya penyedia air bersih di Kota Mataram.

Data Dinas PUPR Kota Mataram pada 2025, mencatat cakupan air bersih menggunakan jaringan dari PTAM Giri Menang di Mataram mencapai sekitar 78 persen.

Sisanya masyarakat di Mataram masih menggunakan air non PTAM seperti sumur dan sumur bor. Dalam hal itu, pemerintah kota tidak bisa memaksa masyarakat untuk menggunakan air bersih dari PTAM.

Meskipun pemerintah kota sudah menyiapkan sarana dan prasarana fasilitas pemasangan sambungan gratis, tapi belum tentu masyarakat tersebut sanggup membayar tagihan PTAM setiap bulan.

Baca juga: Dinas PUPR Kota Mataram kembalikan anggaran pembebasan lahan Rp5 miliar

"Kami tidak bisa paksakan, dan sia-sia kalau kami sudah pasang tapi akhirnya dicabut PTAM kembali karena tidak mampu bayar tagihan," katanya.

Oleh karena itulah, sasaran penerima bantuan sambungan gratis air bersih diberikan kepada MBR bukan hanya masyarakat miskin.

"Sebelum dilakukan sambungan gratis air bersih, MBR juga dipastikan bisa membayar tagihan setiap bulan yang besarannya sesuai dengan penggunaan masing-masing," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026